Bayi Penderita Kebocoran Jantung dan Tumor Hati akan Dirujuk ke RS di Luar Merauke

Bayi Penderita Kebocoran Jantung dan Tumor Hati akan Dirujuk ke RS di Luar Merauke

Salah satu bayi yang mengalami kelainan sejak lahir kini dirawat di RSUD Merauke

Metro Merauke – Anaisyah, bayi berusia tiga bulan yang mengalami kebocoran jantung dan Rahel Damaledo, bayi berusia 1,5 bulan yang menderita tumor hati dan kini dirawat di RSUD Merauke, harus dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Merauke agar ditangani dokter spesialis.

Direktur RSUD Merauke, dr. Nevil Muskita mengatakan, keduanya mengalami kebocoran jantung dan tumor hati sejak lahir.

“Rumah sakit siap memberikan rujukan untuk berobat ke rumah sakit di luar daerah, karena penanganan penyakit ini butuh dokter spesialis,” kata Nevil Muskita, Selasa (09/10).

Menurutnya, kini tinggal menuggu kesiapan kesiapan pasien dan penerbangan, karena kondisi keduanya masih sangat kecil.

Sementara ibu bayi Anaisyah, Fitriani tak kuasa menahan air mata melihat kondisi anak ketiganya yang terbaring tak berdaya di salah satu ruang anak di RSUD Merauke.

Ia bingung tak tahu harus berbuat apa dengan kondisi anak ketiganya itu yang sudah berhari-hari menjalani perawatan medis.

“Kalau minum susu, tubuh bayi akan biru, jadi harus disuap pelan-pelan,” ujar Fitriani kepada wartawan, Selasa (09/10).

Menurutnya, saat ia bersalin di salah satu bidan di Kota Merauke, bayinya lahir normal. Namun beratnya ketika itu hanya, 2,3 kilogram.

“Bayi lahir tidak menangis dan biru, sehingga langsung dirujuk ke RSUD,” ucapnya.

Setelah dirawat selama satu bulan di rumah sakit, berat badan Anaisyah terus turun drastis hingga 1,7 kilogram, dan Anaisyah didiagnosa menderita kebocoran jantung.

Dokter kemudian menyarankan agar bayi itu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, karena harus ditangani dokter spesialis jantung.
Kondisi yang tidak jauh berbeda dialami bayi Rahel Damaledo, buah hati pasangan Ferianto Johanes Damaledo dan P Sintia Arfidam. Bayi itu kini juga dirawat di RSUD Merauke, karena menderita tumor hati.

Ferianto Johanes Damaledo mengatakan, akibat penyakit yang dideritanya, setiap malam anaknya menangis dan perutnya keras.

“Kami bawa ke rumah sakit dan dari hasil pemeriksaan dokter terjadi pembengkakan di hati, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah,” kata Ferianto.

Hasil pemeriksaan dokter membuat Ferianto terkejut. Namun ia tak dapat berbuat banyak, karena tak memiliki biaya cukup untuk pengobatan anaknya.

Kini orangtua kedua bayi itu menunggu waktu untuk segera membawa anak mereka berobat ke luar daerah. (Nuryani/Arjuna P)

 

Advertisement