Pemerintah Harus Segera Merespons Bentrok di Yahukimo

Pemerintah Harus Segera Merespons Bentrok di Yahukimo

Legislator Papua perwakilan Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang, Natan Pahabol (kiri) dan Gerson Soma (kanan)

Metro Merauke – Legislator Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo, Pegunungan Bintang, Natan Pahabol dan Gerson Soma mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo, tokoh masyarakat, tokoh adat, pihak gereja, para intelektual dan pihak terkait segera merespons bentrok antardua kelompok warga di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, korban luka, dan beberapa rumah warga terbakar.

“Kami harap pemerintah kabupaten dan pihak terkait harus secepatnya duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Bentrok antarwarga di Yahukimo bukan yang pertama, sudah beberapa kali terjadi, sehingga pemerintah pasti sudah punya langkah antisipasi,” kata Natan Pahabol, Senin (8/10/2018).

Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait harus segera mengambil langkah mendamaikan kedua kubu yang bertikai, agar masalah tidak meluas dan mengorbankan masyarakat yang tak tahu masalah.

Ia menyayangkan kecelakaan lalu lintas, Sabtu (6/10/2018) di Kota Dekai, harus berujung bentrok antardua kelompok warga dan mengakibatkan kerugian di kalangan masyarakat dan pemerintah.

Mestinya kata dia, kasus kecelakaan lalu lintas antara dua pengendara sepeda motor yang menyebabkan salah satunya meninggal dunia, dapat diselesaikan sesuai aturan yang berlaku atau kedua pihak duduk bersama mencari solusi secara kekeluargaan.

“Tapi yang terjadi ada aksi balas dendam dan orang tak tahu apa-apa menjadi korban, kemudian kelompoknya kembali melakukan pembalasan,” ujarnya.

Kata Natan Pahabol, Senin (8/10/2018) pagi, kedua kubu kembali saling serang dan menyebabkan beberapa rumah warga terbakar. Namun ia menyatakan, masalah yang kini terjadi di Yahukimo bukan perang suku, tapi bentrok antarwarga, sehingga jangan ada pihak yang salah menafsirkannya.

“Kami sedih dengan perilaku, watak, karakter manusia yang tak sabar. Selalu muncul pikiran negatif. Kami berharap kelompok masyarakat lain di Yahukimo tidak terlibat. Jangan lagi ada pertikaian dengan menumpahkan darah dan air mata. Tetap tenang jangan terprovokasi. Jangan lagi orang Papua makan orang Papua,” katanya.

Ia meminta aparat keamanan segera menangkap para pelaku yang menjadi penyebab terjadinya bentrok antarwarga. Katanya, jangan lagi menggunakan hukum adat, tapi penyelesaiannya dengan hukum positif agar tidak menjadi kebiasaan.

Hal yang sama dikatakan anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Gerson Soma.

“Kami minta bupati dan wakil bupati bertanggungjawab penuh. Kini manusia dan pembangunan yang korban, ini masalah dua kelompk tapi ada pihak lain yang korban,” kata Gerson Soma.

Ia mengingatkan masyarakat Yahukimo tetap tenang, dan tidak lagi ada aksi saling balas. Selain itu ia ingin para aktor di balik kejadian itu ditangkap, dan segera dilakukan perdamaian dengan menandatangani pernyataan sikap sebagai jaminan ke depan.

“Kalau itu tak dilakukan, kejadian seperti ini akan terulang,” ujarnya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement