59 Anak Terima Sakramen Komuni Kudus di Gereja St Theresia Buti

59 Anak Terima Sakramen Komuni Kudus di Gereja St Theresia Buti

Prosesi perarakan puluhan anak ke gereja yang menerima sakramen komuni kudus | LKF

Metro Merauke – Sebanyak 59 anak menerima sakramen komuni kudus yang berlangsung di Gereja St. Theresia Buti-Merauke. Penerimaan sakramen komuni itu, ditandai missa yang dihadiri ratusan umat.

Disaksikan Metro Merauke Minggu (7/9), prosesi perarakan puluhan anak-anak itu dimulai dari halaman gereja yang langsung didampingi orangtua. Selanjutnya memasuki gereja dan dilanjutkan missa yang dipimpin Pastor Paroki St. Theresia Buti, Pius Oematan, Pr.

Anak-anak bersama orangtua saat mengikuti misa di Gereja St. Theresia Buti | LKF

Dalam khotbahnya, Pastor Pius mengatakan, jika orangtua berbuat sesuatu, dipastikan anak-anak ikut, lantaran mereka masih polos. Lalu, kepolosan juga terpatri dalam jiwa.

“Tuhan Yesus mengatakan, jangan menghalang-halangi anak. Sebab merela adalah empunya kerajaan surga. Secara umum, anak-anak itu taat dan polos. Mereka adalah manusia kecil dan lemah. Karena kelemahan itu, maka senantiasa bergantung kepada orangtua,” katanya.

Anak kecil, demikian Pastor Pius, tak mengetahui yang namanya permusuhan  dan lain-lain. Mereka ingin lebih senang hidup, meskipun kadang berkelahi, namun hanya bersifat sesaat.

“Hari ini ketika menghantar anak untuk bersatu dengan Tuhan dalam sakramen komuni, sebagai orangtua kita diingatkan saling melengkapi. Sehingga dapat menemukan kebahagiaan dan kesempurnaan sebagaimana direncanakan Allah,” ujarnya.

Tuhan, jelas pastor, menciptakan pria dan wanita dari ketulusan cinta-NYA.  Dari situ, Tuhan memberikan kuasa kepada suami isteri, melanjutkan cinta yang mulia dengan mengambil bagian menciptakan dunia baru yakni mendapatkan keturunan.

Tuhan juga mengharapkan kehangatan cinta yang harus dibangun suami-isteri dalam rumah tangga dan dapat diteruskan kepada anak-anak.

“Kalau di kampung saya, bapa dan mama adalah Tuhan Allah kedua. Apapun dikatakan ortu, wajib hukumnya dituruti. Kami tak pernah memberikan perlawanan,” katanya.

“Kita boleh bersyukur karena berkat cinta orangtua dan keluarga, dapat menghantar 59 anak kita untuk bersatu dengan Allah,” ungkapnya.

Dengan persatuan bersama Allah melalui penerimaan sakramen komuni kudus hari ini, mereka juga merasakan hangatnya cinta Allah  kepada sesama manusia.

“Saya berharap anak-anak tetap setia mencintai Allah. Karena ketika menghormati Allah, mereka juga menghormati orangtua,” ungkapnya.

Namun demikian, pinta pastor, orangtua yang telah diberi tugas oleh Allah, menjadi penunjuk menghantar anak mengenal Allah.

“Ya, kalau anak menjadi penurut, ketika ortu menunjukan sesuatu secara  baik,” katanya.

Pastor menambahkan, kadang anak yang memperkenalkan orangtua kepada Allah. Misalnya pada saat permandian maupun sambut baru seperti sekarang.Dimana ortu baru datang bersama ke gereja.

“Saya berharap agar tidak terjadi di waktu mendatang. Kita sebagai orangtua harusnya sebagai penunjuk jalan untuk anak  agar setiap hari Minggu bersama Tuhan di gereja,” pintanya. (LKF)

Advertisement