MRP Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat Pemilik Tanah Bandara 12,5 Hektar

MRP Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat Pemilik Tanah Bandara 12,5 Hektar

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Albert Moywen

Metro Merauke – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Albert Moywen menjelaskan, beberapa waktu lalu salah seorang pemilik tanah Bandara Mopah, Simson Tiotra melayangkan surat pengaduan terkait tanah Bandara Mopah seluas 12,5 hektar yang belum dibayar pemerintah.

Sebagai tindaklanjuti surat itu, besok 17 anggota MRP akan tiba di Merauke sekaligus melakukan dialog bersama Simson dan keluarganya terkait persoalan tanah bandara.

“Kami telah meminta kepada Simson agar menyiapkan bukti-bukti berkaitan dengan kepemilikan tanah bandara. Sehingga bisa menjadi dasar untuk ditindaklanjuti ke pemerintah setempat,” ungkap Albert kepada wartawan, Jumat (5/10).

Dikatakan, setelah beraudiens dengan Simson, belasan anggota MRP akan bertemu instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke termasuk juga pihak Bandara Mopah untuk didengar penjelasannya.

“Kedua belah pihak harus kita dengar, agar dapat diketahui secara pasti dan jelas persoalan tentang tanah Bandara Mopah,” ujarnya.

Ditanya tanah seluas 60 hektar milik masyarakat Yobar, Spadem dan Kayakai, Albert mengaku, pihaknya tak fokus kesana. Karena pengaduan ke MRP hanya terkait 12,5 hektar dari Simson.

“Tentunya kita semua berharap agar adanya penyelesaian. Sehingga tidak terus terjadi polemik.  Karena Bandara Mopah merupakan fasilitas umum yang harus dijaga baik,” katanya. (LKF)