Legislator Papua Khawatir Warga Sipil Korban di Tinggi Nambut

Legislator Papua Khawatir Warga Sipil Korban di Tinggi Nambut

Legislator Papua, Emus Gwijangge

Metro Merauke – Legislator Papua, Emus Gwijangge khawatir warga sipil akan menjadi korban salah sasaran jika aksi baku tembak antara aparat keamanan Polri dan TNI dengan kelompok bersenjata di Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua terus berlanjut, seperti beberapa hari terakhir.

“Saya dapat informasi ada tujuh orang korban. Lima meninggal dunia, dan dua luka-luka. Dua dari yang meninggal itu memang anggota TPN/OPM, namun lima korban luka dan meninggal dunia lainnya adalah warga sipil. Ada ibu hamil dan anak usia 9 tahun. Inikan sudah salah sasaran,” kata Emus, Rabu (03/10).

Kata anggota komisi bidang politik, hukum, HAM, keamanan, dan pemerintahan DPR Papua itu, ia tidak melarang aparat keamanan melakukan tugasnya menjaga keamanan dan stabilitas negara, namun jangan sampai warga sipil yang menjadi korban.

Ia berharap Pangdam dan Kapolda Papua bijaksana melihat kondisi di lapangan, dan tak menggunakan alat negara secara berlebihan dalam pelaksanaan pengamanan, karena dapat membuat warga sipil korban.

“Selain itu ada cara lain yang dapat digunakan untuk menghindari jatuhnya korban salah sasaran, misalnya dengan pendekatan persuasif dan terlebih dahulu dilakukan pementaan daerah kelompok yang menjadi sasaran,” ujarnya.

Pangdam dan Kapolda juga diharapkan menarik aparat Polri dan TNI dari Tinggi Nambut sementara waktu agar masyarakat tidak resah dan dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

“Saya lebih melihat nasib masyarakat sipil. Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban salah sasaran. Hal seperti itu yang selalu membuat Papua disoroti,” ucapnya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement