12 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Diproses Hukum

12 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Diproses Hukum

Kasubag Humas Polres Merauke, AKP Suhardi (kiri) damping Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung dan Kabid Humas Polda Papua saat memberikan keterangan pers | LKF

Metro Merauke – Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suhardi mengungkapkan, dari Januari sampai September 2018, sebanyak 41 kasus kekerasan fisik terhadap perempuan maupun anak yang dilaporkan ke polres setempat.

Demikian disampaikan Suhardi kepada wartawan Rabu (3/10). Dikatakan, dari jumlah itu, sebanyak 12 kasus diproses sampai ke Pengadilan Negeri (PN) Merauke. Sedangkan sisanya diselesaikan secara kekeluargaan.

Lebih lanjut Suhardi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan oleh  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Merauke, faktor penyebabnya adalah masalah ekonomi dan hubungan perselingkuhan.

Lalu, jelas dia, mayoritas yang melakukan penganiayaan adalah orang dekat dari korban baik suami, kakak, adik dan lain-lain.

Ditegaskan, para pelaku  peganiayaan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Juga UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Memang hukuman kepada pelaku sangat berat. Itu sebagai  efek jerah kepada mereka,” tegasnya. (LKF)

Advertisement