Masalah Pagar GN Merauke, Efrem: Klien Saya Tunda Lakukan Pembongkaran

Masalah Pagar GN Merauke, Efrem: Klien Saya Tunda Lakukan Pembongkaran

Pengacara Jefri, Efrem Fangohoy

Metro Merauke – Sesuai rencana, hari ini tanggal 1 Oktober 2018, Direktur CV Marlon Jaya, Jefri Heryanto akan membongkar pagar Gedung Negara Merauke, penutup serta patung rusa dan saham yang dibangun 2016 silam, namun tak kunjung dibayar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.

“Harusnya aksi pembongkaran hari ini, setelah klien saya mengirim surat ke Bupati Merauke, Frederikus Gebze dan tembusannya untuk Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung serta Kabag Umum pekan lalu,” ujar pengacara Jefri, Efrem Fangohoy kepada Metro Merauke, Senin (1/10).

Dikatakan, tadi siang ia bersama kliennya bertemu Kapolres Merauke, berdiskusi terkait pembongkaran pagar dan  mengambil semua material yang ada. “Karena uang yang digunakan menyelesaikan tiga item pekerjaan bukan dari pemerintah, tetapi milik kliennya,” tegas dia.

Setelah adanya pembicaraan, Kapolres mengaku, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Wakil Bupati Merauke, Sularso dan diminta tak dibongkar. Tetapi akan dicarikan solusi penyelesaian.

“Oleh karena Bupati Merauke, Frederikus Gebze juga tak berada di tempat, maka Kapolres menyarankan tidak  dilakukan pembongkaran terlebih dahulu,” ujarnya.

Nantinya, jelas Efrem, setelah bupati kembali baru akan dibicarakan.

“Ya, kami tunggu sampai bupati pulang dan jika tak ada langkah pasti diambil untuk penyelesaian, sudah pasti pagar GN dibongkar,” tegasnya lagi.

“Jadi, kita lakukan penundaan dan bukan pembatalan. Intinya bahwa kalau bupati pulang dan tak ada respon, pasti pagar  dibongkar,” ungkapnya.

Ditambahkan, ada bahasa muncul diluar jika kliennya membongkar pagar, akan dituntut karena melakukan pengrusakan.

“Saya mau tanya, sebenarnya pagar itu milik siapa? Jelas sekali bahwa milik klien saya. Karena uang dari kantong pribadinya,” kata dia.

Dikatakan lagi, saat pembongkaran pagar lama juga setelah adanya disposisi Bupati Merauke. Lalu ada RAP saat mengerjakan dan konsultan melakukan pengawasan melekat setiap hari.

Bahkan, menurutnya, Bupati Freddy sempat ikut memantau dan memberikan masukan kepada kontraktor saat pekerjaan sedang dilangsungkan. (LKF)