Pebisnis OAP Harus Siap Terima Tantangan Gubernur Papua

Pebisnis OAP Harus Siap Terima Tantangan Gubernur Papua

Ketua KAP Papua, Merry Yoweni

Metro Merauke – Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Merry Yoweni mengatakan, pebisnis orang asli Papua (OAP) harus siap menghadapi “tantangan” Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk berbisnis ke negara di wilayah Pasifik.

Ia mengatakan, langkah gubernur Papua menjajaki kerjasama dalam bidang ekonomi dengan Gubernur Provinsi Madang, Papua Nugini (PNG), Peter Yama untuk menjadikan pengusaha kedua provinsi sebagai pebisnis di Pasifik, merupakan tantangan terhadap pebisnis asli Papua.

“Pengusaha asli Papua harus mempersiapkan diri mulai kini. Seakan ini sinyal dari gubernur kalau beliau sudah membuka jalan untuk pengusaha asli Papua ke PNG,” kata Merry Yoweni kepada Metro Merauke, pekan lalu.

Menurutnya, gubernur Papua sudah membuka jalur kerjasama ekonomi dengan provinsi di PNG. Pebisnis Papua harus dapat memanfaatkan peluang itu, membuktikan jika mereka berani bersaing di level internasional.

Untuk internal KAPP sendiri kata Yoweni, pihaknya akan membuat pilot project pebisnis Papua yang dianggap sudah siap. Misalnya mereka yang telah menekuni dunia usaha di Papua selama 5-10 tahun dan sukses.

KAPP akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kemampuan para pengusaha asli Papua yang tergabung dalam organisasi itu.

“Memang tidak mungkin dalam waktu singkat dapat dilakukan untuk semua anggota KAPP. Yang punya potensi didorong dulu dan yang lain mengikuti,” ucapnya.

Saat berkunjung ke Provinsi Madang, Papua Nugini (PNG), Lukas Enembe mengajak Gubernur Provinsi Madang, Peter Yama bersama membangun kerjasama ekonomi dan menjadikan pengusaha kedua provinsi sebagai pebisnis di Pasifik.

“Ini negeri kita, tanah kita. Ini waktunya kita menjadi pemain ekonomi di Pasifik. Baik pengusaha di Madang maupun di Papua,” kata Enembe kala itu.

Untuk mewujudkannya, pada periode kedua kepemimpinnya menurut Enembe, ia akan memberikan semua APBD Papua yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) dikelola orang asli Papua, terutama untuk pengembangan ekonomi. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement