Kantor DPRD Merauke ‘Digoyang’ Lagi, 1500 Massa Orang Marind Diturunkan
Terkini

Kantor DPRD Merauke ‘Digoyang’ Lagi, 1500 Massa Orang Marind Diturunkan

Aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Merauke oleh masyarakat Marind | LKF

Metro Merauke – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke kembali ‘digoyang’ oleh masyarakat Marind dari Yobar, Spadem dan Kayakai. Jumlah massa yang diturunkan mencapai 1500 orang.

Aksi yang dilakukan itu, tidak lain mendesak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke agar segera melakukan pengukuran lahan seluas 60 hektar di Bandara Mopah, sekaligus dilakukan pembayaran.

Dari pantauan Metro Merauke Selasa (25/9), aksi yang dilakukan itu, menyedot perhatian banyak orang. Karena jumlah yang turun sangat banyak.

Selain itu, sejumlah orangtua mengenakan atribut adat dan membawa tifa untuk dibunyikan di halaman Kantor DPRD Merauke.

Kedatangan masyarakat dikoordinir H. Waros Gebze. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya disepakati untuk perwakilan audiens bersama Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa, Kapolres AKBP Bahara Marpaung, Kepala Dinas Perhubungan, Jakobus Duwiri, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta pihakn Bandara Mopah.

Pertemuan perwakilan masyarakat Marind bersama DPRD dan pemerintah | LKF

Dalam pertemuan itu, Waros Gebze mengatakan, jumlah massa yang diturunkan lebih banyak dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Hari ini juga masyarakat dari Yobar, Spadem serta Kayakai mendapatkan kepastian tentang pengukuran tanah Bandara Mopah seluas 60 hektar,” tegasnya.

Jika permintaan tak digubris, demikian Waros, masyarakat telah bersepakat untuk bermalam di kantor dewan. “Kami juga merasa tidak puas, lantaran Bupati Merauke, Frederikus Gebze sedang keluar daerah,” ungkap dia.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Jakobus Duwiri menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa instansi.

“Salah satunya adalah Bandara Mopah dan sesuai kesepakatan, hari ini akan dilakukan pengukuran lahan. Nantinya waktu pengukuran berlangsung mulai pukul 14.00 Wit, agar tak mengganggu jadwal penerbangan,” katanya.

Duwiri juga meminta agar hanya perwakilan masyarakat dari tiga tempat yang ikut bersama tim saat pengukuran berlangsung. (LKF)

Post Comment