Amankan Minol, Kodam Cenderawasih Digugat, Kapendam: Kami akan Hadapi

Amankan Minol, Kodam Cenderawasih Digugat, Kapendam: Kami akan Hadapi

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi - IST

Metro Merauke – Kodam XVII Cenderawasih digugat pihak yang merasa dirugikan lantaran institusi itu menahan dua kontainer berisi 1.200 kardus atau 9.700 liter minuman beralkohol (minol) berbagai jenis yang dikirim dari Jakarta, di Pelabuhan Jayapura, 21 Juni 2018.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada Metro Merauke, Rabu (19/09) mengatakan, pihaknya akan menghadapi gugatan pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Jayapura yang kini sudah memasuki tahapan pemeriksaan saksi, baik saksi dari Kodam maupun pihak lain.

Katanya, Kodam selaku tergugat melalui instansi hukumnya sudah membuat surat sanggahan kepada pengadilan terkait gugatan tersebut.

“Kami melakukan tindakan penahanah tempo hari karena kami mengacu pada Perdasi Papua nomor 15 tahun 2015 tentang pelarangan miras di Papua,” kata Kolonel Inf M. Aidi.

Dasar lain Kodam XVII Cenderawasih menahan minol itu menurutnya, berpegang pada penandatangan pakta integritas, 30 Maret 2016 yang ditandatangani semua pejabat di Papua mulai dari gubernur, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP), wali kota, bupati, dan aparat keamanan.

Katanya, jika pihak yang merasa dirugikan melakukan gugatan, mestinya bukan hanya Kodam Cenderawasih yang digugat, tapi semua pihak yang menandatangani pakta integritas.

“Peran Kodam dalam pakta integritas tersebut pengawas pelaksanaannya. Kodam hanya melaksanakan komitmen. Kodam tak berwenang melakukan penyidikan dan menyatakan apakah barang itu legal atau tidak. Kodam hanya menahan minol dan menyerahkan kepada pihak yang berwenang yakni polisi dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kodam lanjut Kapendam, secara institusi berkomitmen memberantasan peredaran minol di Papua. Namun ketika upaya itu dilakukan, justru digugat oleh mereka yang merasa dirugikan. Padahal, apa yang dilakukan tersebut selain demi kepentingan masyarakat, juga untuk melindungi prajurit TNI di Papua, karena tidak menutup kemungkinan ada oknum prajurit yang mengkonsumsi minol.

Katanya, ini memang ironis, saat Kodam berupaya menegakkan aturan, menyelamatkan orang banyak, malah digugat. Namun hal itu dinilai merupakan risiko dalam melaksanakan tugas.

“Hak meraka melakukan gugatan atau pra peradilan. Komitmen kami hanya menyelamatkan generasi Papua atau manusia Papua. Silahkan saja pihak yang merasa dirugikan menggugat, kami akan menghadapi gugatan tersebut,” katanya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement