Penggeledahan Sekretariat KNPB Dianggap Langgar Aturan, Sekjen KNPB: Ini Rekayasa

Penggeledahan Sekretariat KNPB Dianggap Langgar Aturan, Sekjen KNPB: Ini Rekayasa

Sejumlah barang bukti yang diklaim pihak kepolisian diamankan saat aparat keamanan gabungan melakukan penggeledahan di Sekretariat KNPB wilayah Mimika - Dok Humas Polda Papua

Metro Merauke – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menyatakan, penggeledahan oleh personil Polri dan TNI di Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mimika, Sabtu (15/09) pagi, merupakan pelanggaran.

Anggota komisi bidang keamanan, politik, hukum dan HAM DPR Papua itu mengatakan, penggeledahan yang menyebabkan dua aktivis KNPB wilayah Mimika ditembak tersebut dilakukan tanpa sesuai aturan.

“Aparat keamanan sudah melanggar. Tanpa surat peringatan (perintah) dan lainnya, langsung melakukan penggerebekan di Sekretariat KNPB wilayah Mimika,” kata Kadepa via pesan singkatnya, Minggu (16/09).

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu meminta kepolisian membebaskan aktivis KNPB Mimika yang ditangkap dan mengembalikan barang-barang pribadi mereka yang disita.

“Oknum aparat keamanan yang mengeluarkan peluru dan melukai dua orang harus diproses hukum. Sebagai wakil rakyat Papua, saya selalu ada bersama mereka,” ujarnya.

Menurutnya, ia telah menanyakan hal tersebut kepada Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin. Namun Kapolda Papua menyatakan, meski tanpa izin penggeledahan dari ketua Pengadilan Negeri (PN), hal itu dapat dilakukan jika dalam keadaan perlu dan mendesak. Tetapi setelah penggeledahan, penyidik wajib meminta penetapan penggeledahan dari ketua PN.

Sementara Sekjen KNPB Pusat, Ones Suhuniap di akun media sosialnya “Ones Nesta Suhuniap” yang diposting, Sabtu (15/09) pukul 20.35 WIT mengatakan, penemuan amunisi dan bom molotov di kantor KNPB Mimika adalah rekayasa TNI dan Polri.

Katanya, ini “lagu lama” yang selalu digunakan aparat keamanan mengkriminalisasi perjuangan rakyat Papua bersama KNPB. Selain itu, polisi melakukan penggerebekan tanpa surat perintah sesuai aturan hukum yang berlaku di negara ini (Indonesia). Namun, penangkapan, penyiksaan, penggerebekan dan penembakan tidak akan menghentikan perjuangan KNPB.

“Penangkapan RW di bandara Timika tidak hubungannya dengan perjuangan KNPB secara damai, terbuka dalam sipil kota. KNPB tidak berjuang dengan senjata. Senjata KNPB adalah spaduk, megaphone dan selebaran,” tulis Ones di akun facebooknya.

Menurutnya, penangkapan di bandara Moses Kilangin Timika diduga konspirasi dan kepentingan pihak tertentu. Di Papua tidak ada pabrik senjata dan amunisi.

“Dari mana peluru-peluru itu. Aparat kepolisian harusnya cari tahu asal usul amunisi yang ditangkap di bandara. Jangan sampai penjualan peluru adalah proyek pihak tertentu. Berhenti kriminalisasi dan mengkambinghitamkan KNPB dengan transaksi amunisi yang merupakan lahan bisnis aparat Indonesia di Papua.”

Selain itu katanya, dua anggota KNPB yang mengalami luka tembak, bukan ditembak menggunakan peluru karet, tapi peluru asli. Keduanya juga tidak menyerang aparat seperti pernyataan Polda Papua.

“Mereka kena timah panas karena kepolisian melakukan penyerangan dari luar ke arah kantor, sehingga dua orang yang piket  di kantor KNPB kena timah panas,” ucapnya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement