Yudas Gebze Meninggal, Aparat Keamanan Harus Bertanggungjawab

Yudas Gebze Meninggal, Aparat Keamanan Harus Bertanggungjawab

Korban Yudas Gebze yang yang diduga dianiaya oleh oknum aparat keamanan | LKF

Metro Merauke – Meninggalnya Yudas Gebze, warga Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke menuai protes dari berbagai kalangan, terutama pihak keluarga.

Korban yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dinilai meninggal akibat penganiayaan berat yang ia alami di sejumlah bagian tubuhnya.

Kepala Kampung Ilwayab, Nelson Yustus Gebze melalui telpon seluler Sabtu (15/09), meminta aparat keamanan yang bertugas di Wanam bertanggung jawab terhadap menginggalnya korban beberapa hari lalu.

Katanya, pada 13 September 2018 sekitar pukul 22.00 WIT, korban ditangkap aparat gabungan Polri dan TNI dengan alasan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kata Nelson Gebze, mestinya jika yang bersangkutan buronan, ditangkap secara baik dan diamankan di sel tahanan untuk diproses sesuai aturan hukum.

“Ini justru diperlakukan dengan tidak baik oleh aparat keamanan dengan melakukan penyiksaan menggunakan balok serta kampak,” ujarnya.

Katanya, setelah korban ditangkap dan dianiaya, kemudian diangkut menggunakan gerobak ke Puskesmas Ilwayab dan masyarakat dilarang menjenguknya. “Saya sendiri masuk dan melihat korban yang kondisinya sudah parah,” ucapnya.

Beberapa jam setelah dirawat lanjutnya, korban disarankan dibawa ke Merauke untuk mendapat pertolongan medis lebih lanjut. “Saya mendapat informasi kalau korban telah meninggal dunia,” katanya.

Setelah menginggal, pihak keluarga kemudian meminta korban segera dipulangkan, dan jenazahnya akan digotong dari bandara menuju pos polisi untuk meminta pertanggungjawaban.

“Kami juga meminta aparat keamanan baik TNI maupun Polri yang bertugas di Wanam dipulangkan ke kesatuan masing-masing. Kehadiran mereka membuat keresahan warga setempat,” ujarnya.

Selain itu ia mengklaim pihaknya mengetahui peredaran minuman beralkohol (minol) di Wanam masih terjadi hingga kini, bahkan dibackup oknum aparat keamanan.

“Bagaimana mungkin Wanam menjadi aman kalau aparat sendiri memback up minol dan membuka kesempatan kepada orang lain membeli dan minum mabuk,” ucapya.

Ketua Ikatan Keluarga Besar di Ilwayab, Esau Maguo Kahol menegaskan, meninggalnya Yudas Gebze merupakan dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan aparat keamanan di wilayah itu.

“Kami mempunyai bukti penganiayaan terhadap korban di beberapa bagian tubuhnya seperti kepala, dahi, belakang, tangan maupun paha,” kata Esau Maguo.

Ia juga menyebut pernyataan Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung yang mengatakan meninggalnya korban akibat menginjak pecahan kaca, tidak benar.

“Kalau hanya menginjak pecahan kaca kemudian meninggal, itu sangat tidak masuk akal.”

Esau menyatakan siap menjadi saksi untuk memberikan keterangan kepada pihak-pihak berkompoten, dan kasus itu harus diusut tuntas, karena ada indikasi penganiayaan oleh beberapa oknum aparat keamanan.

“Kami tetap mengawal kasus ini dan pelaku harus diproses hukum sampai pengadilan,” ujarnya.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung membantah jika aparat keamanan menganiaya korban. “Siapa bilang begitu, mestinya harus dilakukan kros cek terlebih dahulu,” kata AKBP Bahara Marpaung.

Katanya, ada DPO yang melakukan kasus penganiayaan  terhadap salah seorang korban pada bulan Mei dan tangannya terpaksa diamputasi.

“Memang pelaku ditemukan sedang makan dan masyarakat menginformasikan kepada polisi. Beberapa saat kemudian, anggota bergerak ke lokasi,” ucapnya.

Saat hendak ditangkap, yang bersangkutan melarikan diri dan sempat melakukan perlawanan dengan mengambil pisau di badannya. Dalam pengejaran, Yudas Gebze menginjak pecahan kaca. Setelah ditangkap, ia langsung dibawa ke puskesmas untuk perawatan. Namun tenaga medis menyarankan dibawa ke RSUD Merauke.

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit kata Kapolres, sekitar pukul 17.30 WIT, Yudas Gebze meninggal dunia dan jenazahnya telah diserahkan kepada pihak keluarga. (LKF)

Advertisement