Program ADEM Tak Harus Mengirim Siswa ke Luar Papua

Program ADEM Tak Harus Mengirim Siswa ke Luar Papua

Legislator Papua, John NR Gobai

Metro Merauke – Legislator Papua, John NR Gobai mengatakan, Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang dimulai tahun dengan mengirim 500 siswa dari Provinsi Papua dan Papua Barat menempuh pendidikan menengah di luar tanah Papua perlu diubah.

Ia mengatakan, ke depan program ADEM tak harus mengirim siswa untuk dididik di luar Papua, namun dapat dilakukan di Papua, karena banyak siswa program ADEM kembali ke Papua dengan berbagai alasan.

“Tidak perlu membawa anak Papua ke luar dari pangkalan budayanya. Lebih baik Jakarta (pemerintah pusat) bawa uang ke Papua dan membangun di Papua. Saya khawatir ketika anak Papua dikirim ke luar Papua, mereka akan merasa asing dan jadi korban rasis,” kata Gobai via teleponnya, Senin (10/09).

Menurutnya, salah satu yang perlu dilakukan pemerintah adalah mempercepat pembangunan SMA unggulan berpola asrama di setiap wilayah adat, karena skema lain untuk pengembangan pendidikan di Papua selain ADEM adalah sekolah berpola asrama dan SMA terbuka.

Katanya, dulu pihak gereja melakukan program seperti itu. Namun kini sudah berkurang bahkan asrama ada yang ditutup.
Untuk itu, pemerintah pusat harus membuat program ADEM di Papua dengan jalan membantu dibangunnya kembali asrama di sekolah milik yayasan gereja, karena gereja di Papua sangat paham hal itu.

“Misalnya asrama SMA Teruna Bhakti di Kota Jayapura, asrama SMS Adhi Luhur di Kabupaten Nabire, asrama di Kabupaten Merauke dan lainnya,” ucapnya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement