Pelepasan Kirab Pemuda, Bupati Merauke: Pemuda Harus Menyatukan Semua Orang

Pelepasan Kirab Pemuda, Bupati Merauke: Pemuda Harus Menyatukan Semua Orang

Deputi I Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Faisal Abdullah sedang menyerahkan bendera kirab pemuda kepada Bupati Merauke, Frederikus Gebze | LKF

Metro Merauke – Kedatangan Deputi I Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Faisal Abdullah di perbatasan RI-PNG di Distrik Sota untuk pelepasan Kirab Pemuda 2018, disambut tarian adat masyarakat setempat.

Pantauan Metro Merauke Jumat (7/9), Deputi didampingi Bupati Merauke, Frederikus Gebze serta Muspida dan tamu undangan lain. Sebelum menuju ke arena pelepasan, Deputi dikenakan atribut adat Marind oleh masyarakat setempat.

Deputi I Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Faisal Abdulla dikenakan atribut adat oleh masyarakat setempat | LKF

Bupati Merauke, Frederikus Gebze menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, karena pelepasan peserta Kirab Pemuda 2018, dilangsungkan di Sota, perbatasan RI-PNG.

Kirab pemuda, lanjut Bupati Freddy, adalah gerakan pemuda di seluruh Indonesia. Sejarah mencatat bahwa perjuangan negara ini dilakukan juga oleh pemuda.

“Ya, meskipun hari ini Pak Menteri Pemuda dan Olahraga tidak hadir karena ada kegiatan penting lain di Jakarta, namun semangat masyarakat begitu tinggi. Terbukti ribuan orang hadir menyaksikan pelepasan Kirab Pemuda,” ujarnya.

Peserta Kirab Pemuda 2018 sedang membaur dengan muspida saat acara di Sota, perbatasan RI-PNG | LKF

Kegiatan kepemudaan seperti begini, menurutnya, harus terus diperhatikan dan ditingkatkan. Karena dalam bidang pemuda dan olahraga juga, dalam tahun 2020, Kabupaten Merauke sebagai klaster penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Perjalanan pemuda adalah salah satu upayamenyatukan semua orang. Mereka akan menjadi mesin jet bergerak dari satu daerah ke daerah lain dari Merauke sampai Sabang,” katanya.

Diharapkan  peserta Kirab Pemuda, harus tetap menghormati dan menghargai  masyarakat di setiap daerah yang dikunjungi.

“Sapalah dan hargai masyarakat dengan dengan tulus. Lalu, pelajari sungguh-sungguh budaya mereka,” pintanya.

Bupati menambahkan, perjalanan kalian berdampak positif sekaligus sebagai saksi sejarah bahwa pemerintah RI melalui Presiden RI, telah membuat Papua sampai Aceh merasakan yang namanya Indonesia berkeadilan.

Deputi I Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Faisal Abdullah dalam sambutannya menjelaskan,  jumlah peserta Kirab Pemuda menjadi 45 orang setelah bergabungnya salah seorang pemuda Merauke. Begitu juga di Sabang jumlahnya 45 orang. Sehingga keseluruhan menjadi 90 pemuda.

Sebenarnya, lanjut Deputi, jumlahnya 100 orang termasuk perwakilan para wartawan, kepolisian, Kemenpora serta tenaga dokter. Pelepasan hari ini, lanjut Deputi, berjalan lancar dan aman. Semoga dengan perjalanan mereka dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia yang telah membuktikan dengan pahlawan olahraga pada pelaksanaan Asian Games.

Dimana harkat dan martabat  bangsa Indonesia  ditunjukkan dengan keberhasilan hingga menempati urutan ke empat.

“Kalian pemuda telah membuktikannya. Di tangan pemuda, apa yang telah dilakukan Presiden RI, Joko Widodo, tentunya menjadi bukti untuk dilaporkan nanti setelah melakukan perjalanan ke daerah-daerah. Apakah betul pembangunan telah berjalan,” katanya.

Deputi mengharapkan pemuda menjadi saksi hidup bagaimana bangsa ini membangun diri dan mandiri lebih sejahtera dan berkeadilan. Selama 73 hari, pemuda berada di lapangan.

“Jadi, kabarkan kepada kita semua dan masyarakat termasuk pemuda lain, apakah betul pembangunan telah terlaksana atau tidak dalam kepemimpinan Presiden Jokowi,” pintanya.

Berikutnya, kalian adalah hasil rekrutmen yang sangat ketat  dan telah menggugurkan ribuan pemuda dari  Sabang sampai Merauke. Olehnya, diberikan kesempatan mencurahkan segala perhatian  dan tenaga demi Indonesia pada setiap titik singgah.

Tentunya, jelas dia, pemuda  menjadi panutan bagi masyarakat di setiap daerah yang nantinya akan dikunjungi secara bersama-sama. (LKF)

Advertisement