Hanya Empat OAP yang Lolos IPDN, Legislator: Stop Terima Lulusan IPDN

Hanya Empat OAP yang Lolos IPDN, Legislator: Stop Terima Lulusan IPDN

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol

Metro Merauke – Sekretaris Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan, Natan Pahabol meminta Pemprov Papua tak lagi menerima lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) non-Papua untuk ditempatkan di 28 kabupaten dan satu kota di Papua.

Hal itu dikatakan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut lantaran dari 56 calon praja IPDN yang lulus tahun ini hanya empat orang di antaranya anak asli Papua.

“Kami harap Pemprov Papua tidak menerima lulus IPDN non-Papua. Kalau anak asli Papua tak masalah. Tapi kalau orang dari luar, jangan lagi datang merampas lahan pekerjaan. Sarjana orang asli Papua yang ada kini mau dikemanakan,” kata Natan via teleponnya, Selasa (04/09) malam.

Ia menyatakan kecewa lantaran tahun ini sangat minim anak asli Papua yang lolos IPDN. Meski kampus IPDN di Papua merupakan titipan negara, namun kata Natan, Papua memiliki kekhususan.

“Mestinya Pemprov Papua diberi kewenangan mengambil tiga atau empat orang dari setiap kabupaten (kota), karena kalau tesnya sistem online, kami di Papua terkendala,” ujarnya.

Menurutnya, karena Papua menggunakan UU Otsus, mestinya Papua diberi kekhususan agar orang asli Papua mendapat keadilan, namun itu tak dilakukan. Yang terjadi justru diduga ada intervensi dari pemerintah pusat.

Kondisi ini lanjut dia, sangat mengecewakan. Seakan orang Papua tak mampu padahal mereka bisa. Selain itu Pemprov Papua telah memberikan lokasi untuk pembangunan kampus IPDN di Papua, namun hanya orang dari luar yang diuntungkan.

“Dengan kondisi ini, sebaiknya IPDN di Papua tutup saja. Kalau orang Papua berontak merdeka, itu karena mereka tak mendapat keadilan. Lebih banyak orang luar yang diterima,” ucapnya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement