Imigrasi Jayapura Menduga JF Intelijen Asing

Imigrasi Jayapura Menduga JF Intelijen Asing

Kepala Imigrasi Jayapura, Gatut Setiawan

Metro Merauke – Kepala Imigrasi Jayapura, Gatut Setiawan menduga warga negara Polandia berinisial JF yang ditangkap di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya belum lama ini merupakan intelijen asing.

“Saya yakin mereka itu intelijen negara lain atau sewaan. Misalnya warga Polandia itu,” kata Gatut pekan lalu.

Namun menurutnya, kemungkinan JF bukan intelijen untuk negaranya, karena Polandia tak memiliki kepentingan di Indonesia, terutama Papua.

“Belum tentu dia intelijen negaranya. Bisa saja dia intelijen bayaran negara lain. Dugaan saya kuat ke arah sana,” ucapnya.

“Yang punya kepentingan (di Indonesia) Australia, Amerika, Inggris. Saya tarik benang merahnya.”

Kata Gatut, JF yang masuk ke Papua melalui Skouw, Kota Jayapura, perbatasan Papua (Indonesia) dengan Papua Nugini (PNG) menggunakan visa exemption (bebas visa kunjungan) karena sesuai Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016, Polandia satu dari 196 negara yang diberikan bebas visa kunjungan singkat maksimal 30 hari dan tak bisa diperpanjang.

Skouw salah satu tempat pemeriksaan imigrasi yang ditunjuk Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2016 tentang tempat pemeriksaan imigrasi tertentu, syarat dan tujuan kedatangan orang asing yang mendapat bebas visa kunjungan.

“Boleh masuk lewat situ. Dia berarti masuknya dari PNG,” ujarnya.

JF yang kini ditahan di Polda Papua guna pemeriksaan lebih lanjut, diamankan lantaran diduga akan bertransaksi amunisi dengan kelompok bersenjata.

Selain mengamankan JF, aparat keamanan mengklaim menyita sedikitnya 100 butir amunisi laras panjang.

“Sejauh ini, kami sebatas koordinasi saat dibutuhkan. Inikan kriminal, penguasaan senpi atau amunisi. Undang-undang (UU)-nya ada. Yang namanya KUHP tidak disebutkan WNI atau WNA, tapi barang siapa,” katanya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement