Proyek di GN Merauke, Kapolres: Jika ada Unsur Penipuan, Ditingkatkan ke Penyidikan

Proyek di GN Merauke, Kapolres: Jika ada Unsur Penipuan, Ditingkatkan ke Penyidikan

Pagar di GN Merauke yang sudah difungsikan namun belum dibayar kepada kontraktor | LKF

Metro Merauke – Polres Merauke terus menindaklanjuti laporan  Direktur CV Marlon Putra, Heryanto melalui pengacaranya, Efrem Fangohoy, SH sehubungan dengan belum dibayar tiga paket pekerjaan di Gedung Negara (GN) Merauke yang telah diselesaikan sejak 2016 silam.

Kepada Metro Merauke Senin (27/8), Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung menjelaskan, sebagai tindaklanjut dari laporan Efrem  Fangohoy, SH, sejumlah saksi telah dipanggil sekaligus diinterogasi.

Untuk diketahui,  terdapat paket pekerjaan seperti pagar keliling GN senilai Rp 540 juta lebih, penutup parit Rp 271.482 juta dan pengadaan seperti pemasangan patung rusa dan kanguru, lampu hias outdoor serta perawatan tanaman hias senilai Rp 68.475.000 yang belum dibayar pemerintah.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, laporan Efrem setahun silam, telah didisposisikan kepada Kasatreskrim Polres Merauke untuk dilakukan penyelidikan.

Selama penyelidikan berlangsung, katanya, jika ditemukan adanya unsur tindak pidana, apakah itu penipuan dan penggelapan, akan ditingkatkan ke penyidikan.

“Itupun melalui mekanisme gelar perkara terlebih dahulu. Olehnya, berikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja  melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” pintanya.

Dikatakan lagi, jika dalam proses penyelidikan tak ditemukan unsur penipuan, kasusnya akan dihentikan. “Anggota saya bekerja sesuai fakta, data dan informasi yang didapatkan,” katanya.

Ditanya jika kedua belah pihak bersepakat damai dan dilakukan pembayaran dana senilai kurang lebih satu miliar, Kapolres mempersilahkan. “Kami tak akan menghambat jika pihak yang dilaporkan yakni TG berdamai dengan kontraktor,” ujarnya. (LKF)

Advertisement