Pembangunan Rumdis Bupati Merauke Disoroti, Tobing: Bukan Kami Yang Usul

Pembangunan Rumdis Bupati Merauke Disoroti, Tobing: Bukan Kami Yang Usul

Pembangunan rumah dinas Bupati Merauke | LKF

Metro Merauke – Pembangunan rumah dinas (Rumdis) Bupati Merauke, Frederikus Gebze yang menyedot anggaran sebesar Rp 1,8 miliar dari Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Merauke tahun 2018, menjadi sorotan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

“Memang pembangunan rumah dinas Bupati Merauke, masuk dalam APBD. Hanya saja awalnya adalah untuk rehab saja. Namun dalam kenyataan, dibongkar semua dan membangun baru,” tegas Ketua Komisi C DPRD Merauke, Hengky Ndiken kepada sejumlah wartawan Senin (27/8).

Selain itu, Hengky juga mengatakan, rumah dinas yang ditempati Bupati Merauke, sebelum pindah ke Gedung Negara adalah aset daerah. Sehingga ketika akan dilakukan pembongkaran secara menyeluruh, mestinya dilakukan penghapusan terlebih dahulu. Proses penghapusan aset daerah, demikian Hengky, atas persetujuan DPRD Merauke terlebih dahulu. “Kok tiba-tiba dilakukan pembongkaran secara total bangunan tanpa persetujuan wakil rakyat,” katanya.

Dijelaskan, ketika rumah dinas tersebut diselesaikan dan ditempati, tetap akan menjadi aset daerah. Karena dana yang digunakan bersumber dari APBD Kabupaten Merauke.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Merauke, HBL Tobing mengaku kegiatan pembangunan rumah dinas adalah rehab berat. Proses pembangunan dilakukan secara menyeluruh.

“Memang setelah dobongkar-bongkar, bahan bangunan rumah yang ada tak bisa dipertahankan. Sehingga pembongkaran dilakukan  menyeluruh, lantaran selama ini tak pernah direhab,” katanya.

Tobing mengakui jika itu adalah rumah dinas berlantai dua yang dibangun, karena mungkin keterbatasan lahan. Juga atasnya hanya untuk tempat jemuran.

Ditanya siapa yang akan menempati rumah dinas itu, Tobing enggan menjawab dan menyarankan ditanyakan kepada eksekutif dan legislatif.

“Kami hanya membangun saja. Tentang siapa yang tempati, kami tak urus,” elaknya.

Disinggung lagi siapa yang mengusulkan pembangunan rumdis itu, Tobing hanya mengaku Pemkab Merauke. Bukan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Merauke. (LKF)

Advertisement