Ahmad: Kura-kura Moncong Babi Itu Satwa yang Dilindungi

Ahmad: Kura-kura Moncong Babi Itu Satwa yang Dilindungi

Kura-kura moncong babi yang sedang diperlihatkan di Kantor Balai Karantina Hewan Merauke | LKF

Metro Merauke – Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ahmad Munawir menjelaskan, kura-kura moncong babi adalah satwa yang dilindungi.  Sehingga tak sembarangan dijual secara ilegal keluar negeri.

Hal itu disampaikan Ahmad saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan Sabtu (25/8). “Memang dulu satwa dimaksud dilindungi dengan PP Nomor 7 Tahun 1999, namun telah diperbaharui dengan Permen Nomor 20 Tahun 2018,” ungkapnya.

Dikatakan, pemulangan ratusan satwa penting itu, atas kerjasama pemerintah Indonesia dan Hongkong. Juga difasilitasi oleh LSM IAR Indonesia serta WWF.

“Memang tidak mudah memulangkan ratusan kura-kura moncong babi dari Negara Hongkong, namun karena kerjasama baik dengan semua pihak termasuk di Bandara Soekarno Hatta.

Sehingga setelah tiba dan diperiksa, diterbangkan ke Kabupaten Merauke,” ungkapnya.

Dijelaskan, satwa dimaksud sering diperdagangkan secara ilegal. Karena di luar negeri, disukai sebagai hewan peliharaan. Selain  itu juga dikonsumsi, karena dipercayai mempunyai khasiat tertentu.

“Ini menjadi tantangan untuk pemerintah Indonesia kedepan, lantaran kura-kura moncong babi hanya  terdapat di Merauke-Papua serta dua negara lain yakni PNG serta Australia.

Dia mengaku, kura-kura moncong babi bisa dijual, namun harus diatur sesuai kuota dalam tiap tahun. Juga perlu rekomendasi terlebih dahulu dari LIPI dan nantinya diputuskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Dalam tahun 2018, menurutnya, sebanyak 10.000 kura-kura moncong babi diambil  dari penangkaran. Artinya masyarakat boleh mengambil 10 ribu telur. Selanjutnya ditetaskan dan 5000 dikembalikan ke alam dan 5.000 diperjualbelikan.

Namun demikian, katanya, hanya diberikan kepada perusahan perusahan atau yang berbadan hukum  setelah ditunjuk pemerintah.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I mewakili Balai Besar KSDA Papua, Yohan Frans Mansay menambahkan, sesuai rencana ratusan kura-kura moncong babi akan dilepas di Merauke.

Hanya saja, katanya, habitat tak memungkinkan. Karena beberapa kali dilepas, tak ada tanda-tanda mengalami perkembangan.

“Kami sepakat melepas di Sungai Kawo, Distrik Mindiptanah. Namun setelah tim meninjau lapangan, dipindahkan lagi ke Sungai Digul atau Kali Iwot.

Pemkab Boven Digoel dan masyarakat akan menyaksikan pelepasan ratusan satwa yang berlangsung hari ini Minggu 26 Agustus 2018,” ujarnya. (LKF)

Advertisement