Kekosongan Wabup Keerom Dikhawatirkan Hambat Pembangunan

Kekosongan Wabup Keerom Dikhawatirkan Hambat Pembangunan

Para pengurus Himpunan Mahasiswa Kabupaten Keerom, Papua

Metro Merauke – Himpunan Mahasiswa Kabupaten Keerom, Papua khawatir kekosongan jabatan wakil bupati (wabup) Keerom menghambat pembangunan di wilayah itu, dan tak maksimalnya serapan anggaran serta pelaksanaan pemerintahan.

Koordinator Himpunan Mahasiswa Keerom, Yan Christian May mengatakan sejak, 20 Februari 2018, jabatan wabup Keerom kosong lantaran M. Markum dilantik sebagai bupati menggantikan kepala daerah sebelumnya, Calcius Watae yang meninggal dunia, 10 Januari 2018 di RS Bhayangkara, Kota Jayapura karena penyakit jantung.

Mahasiswa mendesak DPRD Keerom dan partai koalisi pengusung pasangan Calcius Watae (alm) dan M. Markum pada pilkada 2015 lalu segera memproses pergantian antarwaktu (PAW) wabup setempat, salah satunya Partai Golkar.

“Partai Golkar telah menjaring cawabup Keerom selama enam bulan. DPP Golkar telah mengeluarkan surat persetujuan calon PAW wabup Keerom atas nama Herman Yoku dan Piter Gusbager. Kami minta DPD Golkar Keerom, DPRD dan Pemkab Keerom mempercepat prosesnya agar wabup segera dilantik,” kata Yan Christian May, Minggu (19/08/).

Hal yang sama dikatakan perwakilan mahasiswa Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Christian Wey. Menurutnya, dua nama yang diusulkan menduduki jabatan wabup Keerom tersebut merupakan putra asli setempat, sehingga masyarakat Keerom harus mendukung siapa pun yang nantinya dipercaya mendampingi bupati memimpin Keerom.

“Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Yang perlu dilihat adalah pembangunan dan pelaksanaan pemerintahan di Keerom,” ucap Wey. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement