Konferta Singkat, Lucky Ireeuw dan Anang Budiono Pimpin AJI Jayapura

Konferta Singkat, Lucky Ireeuw dan Anang Budiono Pimpin AJI Jayapura

Ketua AJI Jayapura dan sekretaris AJI Jayapura, Lucky Ireeuw (kiri) dan Anang Budiono (kanan)

Metro Merauke – Pimpinan redaksi koran harian Cenderawasih Pos (Cepos), Lucky Ireeuw dan redaktur koran Harian Pagi Papua (HPP), Anang Budiono terpilih sebagai ketua dan sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura periode 2018-2021 dalam konferta yang berlangsung, Sabtu (18/08), di salah satu hotel di Kota Jayapura.

Konferta yang dihadiri 12 anggota AJI Jayapura atau tiga perempat pemilik suara itu berlangsung singkat. Tak banyak perdebatan yang muncul, terutama dalam pencalonan ketua. Semua pemilik suara sepakat mengusung Lucky Ireeuw sebagai ketua.

Untuk posisi sekretaris, selain Anang Budiono, calon lain yang diusulkan beberapa pemilik suara adalah Arjuna Pademme. Namun redaktur Metro Merauke itu tak bersedia dengan beberapa alasan.

Konferta yang dihadiri perwakilan AJI Indonesia, Aryo Wisageni (eks wartawan Kompas) akhirnya memutuskan Lucky Ireeuw sebagai ketua dan Anang Budiono pada posisi sekretaris AJI Jayapura.

Usai terpilih, Lucky Ireeuw mengatakan, ada beberapa program kerja AJI Jayapura ke depan yang akan dibicarakan bersama semua pengurus dan anggota organisasi di antaranya membuka rekrutmen anggota baru dan adanya sekretariat sebagai tempat berdiskusi.

“Dari situ dirancang semua program AJI,” kata Lucky Ireeuw.

Anang Budiono mengatakan hal yang sama. Ia berterimakasih kepada para anggota AJI Jayapura yang memberi kepercayaan kepadanya bersama Lucky Ireeuw untuk membenahi organisasi.

“Organisasi ini (AJI) tetap eksis karena teman-teman. Mari bersama membawa AJI Jayapura ke arah lebih baik lagi ke depan,” kata Anang.

Sementara Aryo Wisageni mengatakan, setelah memilih ketua dan sekretaris, Pengurus AJI Jayapura harus membentuk bidang-bidang organisasi dan menetapkan (memilih) majelis etik dari internal AJI Jayapura dan pihak di luar organisasi semisal tokoh masyarakat, tokoh agama, intelektual dan lainnya.

Namun jumlah majelis etik AJI harus ganjil misalnya tiga orang, lima orang dan seterusnya, agar dapat menghasilkan suara mayoritas dalam pengambilan keputusan.

Beberapa nama yang diusulkan sebagai majelis etik AJI Jayapura, dari internal adalah Victor Mambor yang periode lalu menjabat majelis etik AJI Jayapura. Sedangkan pihak di luar organisasi yakni Pater Neles Tebai, Anum Siregar, Gustaf Kawer, dan Sefter Manufandu.

Victor Mambor yang pernah menjabat ketua AJI Jayapura dua periode mengatakan, tugas ketua terpilih menanyakan kepada mereka (pihak di luar AJI) apakah bersedia menjadi majelis etik AJI Jayapura atau tidak. (Redaksi)

Advertisement