Produksi Minyak Kayu Putih di Sota Masih Manual

Produksi Minyak Kayu Putih di Sota Masih Manual

Kepala Kampung Sota, Adolof Mbanggu | LKF

Metro Merauke – Kepala Kampung Sota, Adolf Mbani mengatakan, proses pengolahan daun kayu putih menjadi minyak kayu putih yang dilakukan dua kelompok, masih berlangsung manual.

“Dengan peralatan seadanya seperti dandang besar, dua warga di Sota yakni Nikolaus Ndiken serta Marthen Ndiken terus memproduksi minyak kayu putih dari waktu ke waktu,” ungkap Adolf kepada wartawan Jumat (17/8).

Dikatakan, mereka telah bersusa-payah memproduksi minyak kayu putih setiap hari, namun hasil kerja kerasnya belum diperhatikan baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.

Bahkan, lanjut dia, pemasaran juga masih dalam wilayah  Sota saja, terutama mama-mama Papua yang berjualan di sekitar tugu perbatasan.

“Saya kira perlu ada sentuhan  pemerintah secara langsung. Dimana membantu mempromosikan keluar minyak kayu putih yang diproduksi orang Marind sendiri,” pintanya. Selain itu, lanjut dia, agar membantu menaikkan harga, sehingga ada semangat  masyarakat untuk terus memproduksi.

“Harga sekarang masih jauh dari harapan. Bagaimana satu liter hanya dihargai  Rp 150.000. Padahal, mereka sudah bekerja ekstra membeli dan mengambil daun di hutan dalam jumlah banyak,” katanya.

Ditambahkan, tahun 2016 lalu, pemerintah kampung pernah memberikan bantuan dana senilai Rp 5 juta untuk mendukung usaha kedua warga itu. (LKF)

Advertisement