KNKT akan Selidiki Penyebab Jatuhnya Pesawat Dimonim Air

KNKT akan Selidiki Penyebab Jatuhnya Pesawat Dimonim Air

Perwakilan KNKT Papua, Norbert Tunayan (kanan), Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal (tengah) dan Perwakilan maskapai Dimonim Air, Tris Nugraheni (kiri) dalam konferensi pers di Polda Papua, Kamis (16/08)

Metro Merauke – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat Dimonim Air PK-HVQ jenis Pilatus PC-6 Porter yang terbang dari Kabupaten Boven Digoel dan ditemukan jatuh di Gunung Megu (Menuk), Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua akhir pekan lalu.

Perwakilan KNKT Papua, Norbert Tunayan mengatakan, penyelidikan akan dilakukan KNKT pusat di Jakarta. Pihaknya akan menyerahkan 14 item bagian pesawat kepada pihak di Jakarta untuk dianalisis.

Dua item tersebut yakni instrumen yang berisi alat navigasi serta komunikasi dan item lainnya adalah alat pendeteksi saat ada benturan.

Katanya, untuk pesawat berbadan kecil memang tak memiliki kotak hitam. Hal tersebut sesuai syarat regulasi yang ditentukan.

“KNKT mencari tahu apa yang salah agar jangan terjadi hal yang sama kemudian hari. Beberapa dari 14 item itu, memang datanya masih dapat diselamatkan, namun ada yang mungkin tidak,” kata Norbert Tunayan dalam konferensi pers di Polda Papua, Kamis (16/08).

Menurutnya, KNKT akan menelusuri fakta berdasarkan data 14 item pesawat, terutama navigasi, alat komunikasi dan pendeteksi benturan. Satu bulan setelah kejadian, akan keluar laporan awal di laman (website) KNKT.

“Itu fakta, bukan analisis. Kalau analisis biasanya satu tahun baru dapat dipastikan penyebab kejadian,” ucapnya.

Kata Norbert, pihaknya juga sudah memeriksa pesawat yang jatuh itu, dan masih kategori baru. Pesawat Dimonim Air PK-HVQ jenis Pilatus PC-6 Porter tercatat dibuat Juli 2008, dengan nomor seri 144.

“Itu masih kategori baru. Ada pesawat yang sudah 20 tahunan. Hanya memang saat itu, cuaca buruk,” ujarnya.

Sementara perwakilan maskapai Dimonim Air, Tris Nugraheni berterimakasih kepada semua pihak di antaranya Polri, TNI, tim SAR, dan KNKT yang telah membatu melakukan pencarian, evakuasi dan mengumpulkan data. (Arjuna P/Redaksi)

 

Advertisement