Legislator: Jalan Trans Papua Bukan untuk Selundupkan Minol

Legislator: Jalan Trans Papua Bukan untuk Selundupkan Minol

Ribuan botol minol yang diselundupkan ke Kabupaten Yalimo dan berhasil digagalkan polisi - tabloidjubi.com

Metro Merauke – Legislator Papua perwakilan beberapa kabupaten di pegunungan tengan Papua, Nioulen Kotouki mengatakan, akses jalan trans Papua dari Jayapura ke wilayah pegunungan tengah dibangun pemerintah bukan untuk menyelundupkan minuman beralkohol (minol) dan barang terlarang lainnya.

Pernyataan Kotouki ini terkait tertangkapnya ribuan botol minol yang diselundupkan ke Kabupaten Yalimo, pekan lalu yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan trans Papua.

Ia mengatakan, terbukanya akses jalan darat dari Jayapura ke kabupaten di pegunungan tengah Papua, akan memudahkan masyarakat yang selama ini hanya bergantung pada transportasi udara.

Namun di sisi lain, kondisi itu juga akan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab menyelundupkan barang terlarang ke wilayah tersebut, untuk mendapat keuntungan.

Ia mencontohkan, setelah penyelundupan botol minol diamankan beberapa hari sebelumnya, Jumat (3/8/2018), kepolisian Kabupaten Jayawijaya kembali menyita 1,2 ton petasan berbagai jenis yang diangkut enam kendaraan roda empat melalui jalan trans Papua.

“Pemerintah membuka akses jalan untuk akses perekonomian masyarakat. Namun jalan belum rampung saja sudah dimanfaatkan untuk hal yang dilarang,” kata Kotouki akhir pekan kemarin.

Ia berharap, pemerintah provinsi dan kabupaten di wilayah pegunungan tengah, berkerjasama dengan kepolisian memperketat pengawasan di jalan trans Papua Jayapura-pegunungan tengah, agar kejadian serupa tak terulang lagi.

Kotouki juga sepakat jika jalan trans Papua dari Jayapura-pegunungan tengah yang belum rampung pengerjaannya ditutup sementara.

“Tutup saja dulu, sambil dievaluasi bagaimana sistem pengawasannya agar tidak lagi terjadi hal yang tak diinginkan,” ucapnya.

Para bupati di wilayah pegunungan tengah Papua juga ingin ada pos penjagaan di setiap batas kabupaten, untuk meminimalisir masuknya barang yang dilarang ke wilayah mereka.

“Misalnya perbatasan Yalimo dengan Jayawijaya, dan Mamberamo Tengah harus dibangun pos keamanan,” kata Bupati Yalimo, Lakius Peyon.

Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo juga mengatakan, dibutuhkan adanya pos-pos pengamanan di setiap batas kabupaten, agar semua barang yang masuk dapat dikontrol.

“Jika Yalimo akan membangun pos-pos jaga di wilayah mereka, silakan dan itu wewenang mereka, yang pasti memang pembangunan pos pengamanan ini penting,” kata Wempi Wetipo. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement