Natan Pahabol: Pelayanan Kesehatan di Yahukimo Buruk

Natan Pahabol: Pelayanan Kesehatan di Yahukimo Buruk

RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo yang dipalang tenaga perawat beberapa waktu lalu - tabloidjubi.com

Metro Merauke – Legislator Papua dari daerah pemilihan Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang, Natan Pahabol menilai pelayanan kesehatan di Yahukimo semakin buruk.

Sekretaris Komisi V DPR Papua bidang pendidikan dan kesehatan itu mengatakan, ada berbagai masalah bidang kesehatan di Yahukimo di antaranya pemalangan RSUD Dekai beberapa waktu lalu oleh dokter, perawat, pegawai honorer, dan habisnya stok obat di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, pemalangan di RSUD Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo disebabkan berbagai alasan, termasuk masalah internal.

“Salah satu yang saya dengar langsung adanya hak-hak dokter, perawat dan honorer yang belum dibayarkan, termasuk tunjangan lembur, uang makan, dan honorarium bulanan,” kata Natan Pahabol, Rabu (1/08).

Menurutnya, akibat pemalangan RSUD Dekai, ada sekira tiga hingga empat pasien yang akan beronat ke RSUD Dekai, terpaksa pulang ke rumah lantaran tak ada pelayanan di rumah sakit pemerintah kabupaten itu.

 “Ini akibat ketidakpuasan karyawan kepada pengelolaan rumah sakit dan dinas kesehatan. Mastinya hal ini dibicarakan baik, agar pelayanan di rumah sakit bisa berlangsung,” ucapnya.

Masalah kesehatan di Yahukimo lanjut Natan, tidak hanya pemalangan RSUD Dekai. Kini beberapa Puskesmas di berbagai distrik kehabisan stok obat. Salah satunya Puskemas di Distrik Anggruk, padahal daerah itu mudah dijangkau.

“Sudah hampir lima bulan stok obat di Puskesmas habis. Padahal masalah ini sudah disampaikan ke bupati dan kepala Dinas Kesehatan Yahukimo. Alasannya tak ada uang,” ujarnya.

Kata Natan, jika Distrik Anggruk yang mudah dijangkau kehabisan stok obat, bagaimana dengan distrik lain yang aksesnya sulit.

Ia meminta kepala Dinas Kesehatan Papua memanggil bupati dan kepala Dinas Kesehatan Yahukimo, serta pengelola RSUD Dekai untuk menanyakan hal itu.

“Jangan dibiarkan karena ini masalah besar. Saya juga minta Dinas Kesehatan Papua, terutama UP2KP menurunkan tim ke Yahukimo menginvestigasi pemalangan RSUD Dekai dan tidak adanya obat di Puskesmas. Ini permintaan masyarakat yang disampaikan ke saya,” kata Natan. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement