ASN di Merauke Takut Lakukan VCT

ASN di Merauke Takut Lakukan VCT

Kantor Bupati Merauke yang beralamat di Jalan Brawijaya | LKF

Metro Merauke – Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Merauke, Stevanus Osok mengungkapkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah setempat, kadang takut ketika akan melakukan VCT melalui pengambilan darah untuk diketahui apakah positif atau negatif dari penyakit HIV/AIDS.

“Beberapa kali kami datang di sejumlah instansi pemerintah guna melakukan VCT bagi ASN, namun kantornya sepi. Rupanya setelah diusut, mereka takut diambil sampel darahnya,” ungkap Stef kepada Metro Merauke Rabu (1/8).

Sepertinya, jelas dia, ASN belum siap  diperiksa, karena bicara HIV/AIDS,  orang selalu memberikan stigma berlebihan. Sehingga membuat orang takut ketika terjangkit, akan minder dan dijauhi sesama teman maupun keluarga. Padahal bukan seperti demikian.

“Tes HIV/AIDS sangat penting agar mengetahui apakah seseorang dalam keadaan sehat atau tidak. Jika dinyatakan positif,  harus diambil langkah cepat penanganan,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, juga mengantisipasi agar ketika mereka  suami isteri dan hendak melakukan hubungan seksual, harus menggunakan kondom.

Lebih lanjut Stef mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, kalangan ibu rumah tangga menempati ranking satu jumlah penderita HIV/AIDS.

“Saya mempunyai analisa kalau penyebabnya adalah dari  suami yang sering gonta ganti pasangan. Mungkin ada satu atau dua IRT yang nota bene sebagai penyebar virus itu, namun mendominasi adalah laki-laki,” katanya.

Dia berharap  ketika sudah positif mengidap penyakit,  harus terbuka kepada isteri. Sehingga penyakit dimaksud, tak terjangkit  kepada orang lain. (LKF)

Advertisement