Ketua DPD PSI Merauke: Bacaleg PSI Dibajak Parpol Lain

Ketua DPD PSI Merauke: Bacaleg PSI Dibajak Parpol Lain

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupaten Merauke, Papua, Jerry Michael Omona saat mendaftarkan bacaleg PSI ke KPU Merauke, beberapa hari lalu

Metro Merauke – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupaten Merauke, Papua, Jerry Michael Omona mengatakan, ada bakal caleg (bacaleg) dari partai yang ia pimpin dibajak parpol lain.

Hal ini dinilai melanggar etika politik partai. Cara yang dilakukan parpol lain itu disebut tidak bermartabat dalam merekrut bacaleg, dan dilakukan jelang hari pendaftaran ke KPU Merauke.

“Ya benar, kami dicurangi atau bisa disebut bacaleg kami dibajak partai lain. Ini tidak etis, sangat rendah etika politiknya,” kata Jerry Omona kemarin.

Menurutnya, antara sesama parpol di Merauke saling menghargai satu sama lain dan menjaga keharmonisan. Namun ada parpol tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut dengan membajak bacaleg PSI.

“Ironisnya itu dilakukan beberapa hari sebelum pendaftaran ke KPU ditutup. Parpol yang melakukan ini pada PSI, tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Katanya, strategi perekrutan dengan cara membajak bacaleg akan menimbulkan perselisihan dan berpotensi menyebabkan perseteruan antar parpol.

Pihaknya lanjut Jerry, telah mengundang pengurus parpol terkait untuk mengklarifikasi tindakan mereka yang dinilai mengundang perpecahan serta keharmonisan antara parpol di Merauke.

Dalam politik kata Jerry, ada etika yang harus dijaga. Tidak serta merta membajak atau ikut campur urusan parpol lain. Pengurus PSI Merauke tidak mempermasalahkan jika bacalegnya pindah partai, namun bukan dengan cara tak etis.

“Beberapa bacaleg PSI yang tidak lolos seleksi, memang berpindah partai, dan kami hargai itu. Namun itu terjadi jauh hari. Dalam kasus ini, yang dibajak adalah bacaleg kami yang sudah mendapat SK bacaleg. Siap didaftarkan. Namun pindah dengan alasan tak jelas,” katanya.

Diduga pindahnya bacaleg tersebut lantaran terkait penetapan nomor urut partai, karena ada asumsi jika bacaleg nomor urut satu, akan duduk sebagai anggota dewan. Namun itu adalah anggapan keliru.

Meski begitu menurutnya, masih ada parpol yang menerapkan itu kepada calegnya. Namun pihaknya tak mau mencampuri urusan rumah tangga parpol lain. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement