Direktur SKP-KAME Beri Apresiasi Kepada Komisi Yudisial RI

Direktur SKP-KAME Beri Apresiasi Kepada Komisi Yudisial RI

Tim Pemeriksa dari KY RI saat di Bandara Mopah | LKF

Metro Merauke – Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC memberikan apresiasi kepada Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia (RI) yang meresponi dengan cepat pemberitaan di media online, sehubungan  dugaan pungutan liar (pungli) di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Hal itu disampaikan Pastor Amo saat dihubung Metro Merauke Kamis (19/7). “Sebagai rohaniawan Katolik, saya memberikan apresiasi kepada KY.

Karena mereka bergerak cepat. Begitu membaca pemberitaan di media online, langsung menyikapi serius menurunkan tim pemeriksa sebanyak empat orang di Kabupaten Merauke,” katanya.

“Bagi saya, ketika tim KY datang di Merauke, suatu hal yang sangat langka. Karena lembaga dimaksud melakukan pengawasan hakim di semua pengadilan di Indonesia. Sekaligus PN Merauke jauh, namun tetap dimonitor,” ujarnya.

Pastor Amo mengharapkan hasil akhir dari pengusutan dugaan pungli, harus diangkat lagi ke media. Sehingga publik mengetahui, terutama masyarakat di Merauke, karena mereka mengikuti pemberitaan selama ini.

Apalagi, lanjut Pastor Amo, tim pemeriksa telah datang di Merauke dengan mengorbankan waktu serta tenaga dan biaya negara mengungkap kasus dimaksud.  Olehnya, perlu  dituntaskan melalui mekanisme di institusi KY.

“Tidak ada sedikit niat menyudutkan Ketua PN Merauke, Orpa Marthina. Namun harus dibuka untuk menjadi proses pembelajaran  bagi lembaga pengadilan umum agar tetap menjaga nilai- nilai keadilan,” katanya.

“Saya kira kesimpulan akhir, ada di KY ketika tim pemeriksa menggelar kasus dimaksud dengan membuka berbagai keterangan saksi maupun barang bukti yang dijadikandasar hukum,” katanya.

Ditegaskan, jika kesimpulan akhir KY bahwa adanya pungutan uang dari caleg  senilai Rp 200 ribu untuk pengurusan dua surat keterangan, maka Ketua PN Merauke, Orpa Marthina harus dipanggil ke KY  memberikan keterangan lebih lanjut. (LKF)

Advertisement