Buntut Pungli, Komisi Yudisial RI Periksa Lima Staf di PN Merauke

Buntut Pungli, Komisi Yudisial RI Periksa Lima Staf di PN Merauke

Humas PN Merauke, Rizky Yanuar sedang berikan keterangan pers kepada wartawan | LKF

Metro Merauke- Teka-teki kedatangan Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia di Pengadilan Negeri  Merauke  guna melakukan pemeriksaan terhadap staf di pengadilan terkait  dugaan pungutan liar (pungli) terhadap paa calon legislatif yang mengurus surat keterangan dan dibebankan senilai Rp 200.000 akhirnya terjawab.

“Memang betul, tadi pagi sekitar pukul 09.30 WIT, ada empat orang dari KY- tiga  diantaranya laki-laki dan satu perempuan datang di PN Merauke,” ungkap Humas PN Merauke, Rizky Yanuar kepada sejumlah wartawan Senin (16/7) tanpa menyebutkan identitas keempat pemeriksa itu.

Dikatakan, proses pemeriksaan dilakukan secara tertutup dan rahasia di salah satu ruangan di PN setempat. “Saya tak bisa menyampaikan siapa saja staf pengadilan yang diperiksa sejak pagi itu, karena sifatnya rahasia,” ujarnya.

Ditanya berapa lama tim pemeriksa dari KY akan melakukan pemeriksaan, Rizky mengaku belum tahu. “Saya tidak tahu sampai kapan mereka di Merauke,” katanya.

Menyangkut pemeriksaan terhadap Ketua PN Merauke, Orpa Marthina, Rizky mengaku belum ada informasi lebih lanjut. “Kita harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Biarkan proses pemeriksaan dilakukan,” pintanya.

Ditambahkan, kehadiran KY kesini juga sesuai misinya yakni menjaga keluhuran, martabat serta profesi hakim.  Selain itu  melakukan pengawasan. (LKF)

Advertisement