Pencegahan Kekerasan di Manokwari Menyasar Remaja

Pencegahan Kekerasan di Manokwari Menyasar Remaja

Kegiatan pendampingan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kampung Udapi-Wosi Manokwari Barat belum lama ini | Antaranews Papua Barat/Toyib

Metro Merauke – United States Agency for International Development-USAID atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika melaksanakan program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di sejumlah wilayah Papua Barat.

Pada program ini USAID menggandeng tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal sebagai pelaksana pendampingan untuk masing-masing satu kampung.

“Kami, Mnukwar mendapat kepercayaan untuk melakukan pendampingan di Kampung Udapi Distrik Manokwari Barat. Saat ini sudah berjalan, kata Andi Saragih Direktur Mnukwar di Manokwari, Minggu.

Pada program ini, lanjut Andi menjelaskan, remaja menjadi sasaran sebagai upaya pencegahan dini kasus kekerasan di daerah tersebut. Remaja baik putra maupun putri diberi bekal dalam menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Menurutnya, terdapat sekitar 12 modul yang disiapkan dalam program ini. Seluruhnya dikemas secara sederhana agar mudah dipahami dan praktikan.

“Ini adalah program jangka panjang, kedepan diharapkan mereka menjadi pemutus kasus kekerasan di Manokwari. Selain menyuarakan anti kekeran mereka juga mempraktikan hubungan yang sehat dilingkungan keluarga dan masyarakat,” kata dia lagi.

Ia mengutarakan, cara-cara mudah seperti berkomunikasi hingga berekspresi secara positif pada media sosial pun diajarkan pada program ini. Cara membangun bergaulan dan hubungan sosial yang sehat diharapkan menjadi bekal bagi mereka kedepan.

“Saat pacaran adakalanya si cowok mengajak berpacaran ke tempat sepi. Di sini kami ajarkan bagaimana cara menolak secara lembut namun tegas sehingga tidak memicu emosi,” kata dia lagi.

Ia mengutarakan, kekerasan seksual dipicu oleh banyak faktor diantaranya ekspresi visual melalui foto atau gambar pribadi melalui media sosial. Dalam pendampingan ini, Mnukwar mengajarkan para remaja bereksperi secara positif.

“Misalnya jangan menampilkan foto selfi yang bisa memicu respon negatif. Manfaatkan internet secara sehat,” sebutnya.

Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak, lanjut Andi menambahkan, jumlah kasus kekerasan di daerah tersebut terus meningkat. Dalam jangka panjang peran remaja sangat diharapkan. (Toyiban)

Sumber: Antara

Advertisement