Berapa Banyak Produksi Tambang Raksasa Freeport di Papua?

Berapa Banyak Produksi Tambang Raksasa Freeport di Papua?

Reuters/Antara/Muhammad Adimaja

Metro Merauke – PT Freeport Indonesia selama puluhan tahun menambang mineral di Papua. Produksi mineral di tambang Grasberg disebut menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Berapa produksi tambang Grasberg selama periode 2017?

Mengutip laporan tahunan Freeport McMoRan periode 2017, Grasberg, salah satu tambang Freeport di Papua, mengandung bijih tembaga dan emas berkadar tinggi.

Freeport Indonesia menargetkan bisa terus menambang bijih tersebut hingga beberapa kuartal berikutnya sebelum pindah ke tambang bawah tanah atau Grasberg Block Cave pada paruh pertama 2018.

“Penambangan bijih mineral dari penambangan terbuka itu diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2019,” tulis laporan keuangan Freeport McMoRan, dikutip, Sabtu (14/7).

Kemudian produksi mineral Freeport di Grasberg open pit yang di level elevasi 3.200 hingga 3.400 berjumlah 37 juta metrik ton pada 2017.

Untuk menunjang produksi tersebut tersedia fasilitas 99 haul truck yang masing-masing mampu menampung 218 metrik ton dan 15 sekop yang berukuran 17-42 meter kubik dan mampu mengangkut 340 ribu metrik ton per hari.

Setelah pengangkutan proses selanjutnya adalah masuk ke sistem penghancuran. Grasberg memiliki kapasitas untuk mengangkut lebih dari 250 ribu metrik ton bijih per hari.

Bijih yang diproses dari tambang terbuka Grasberg rata-rata mencapai 101.800 metrik ton per hari pada 2017, kemudian 119.700 metrik ton per hari pada 2016 dan 115.900 metrik ton per hari pada 2015. PT Freeport Indonesia mulai mengoperasikan tambang terbuka pada 1990. (hns/hns)

Sumber: Detik

Advertisement