Ketua DPR Papua: Penyerangan Terhadap Kelompok Bersenjata Bukan Solusi

Ketua DPR Papua: Penyerangan Terhadap Kelompok Bersenjata Bukan Solusi

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda

Metro Merauke – Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, aksi kepolisian melakukan penyisiran dengan melepaskan tembakan ke arah daerah Alguru, Kabupaten Nduga, Rabu (11/07), bukan solusi menyelesaikan masalah.

Menurutnya, aksi itu justru menambah trauma masyarakat. Apalagi sejak operasi militer di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Januari 1996 lalu masyarakat di wilayah itu trauma hingga kini.

Selain itu, aksi tersebut dapat menimbulkan jatuhkan korban jiwa dari kalangan rakyat sipil. Jika itu terjadi, Polda Papua dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab.

DPR Papua katanya, juga tak setuju dengan aksi kelompok bersenjata di Nduga yang dua kali melakukan penembakan pesawat, 25 Juni dan 27 Juni 2017 saat pilgub Papua, yang berujung adanya korban jiwa dari warga sipil. Tapi penyelesaiannya tidak harus dengan penyisiran dan menembak dari udara.

“Memang tugas aparat menjaga keamanan dan keutuhan negara. Tapi cara seperti ini justru membuat masyarakat Nduga hidup dalam ketakutan,” kata Yunus Wonda, Kamis (12/07).

Ia mengatakan, mestinya dilakukan pendekatan persuasif dan membuat orang Papua mencintai negara. Bukan membuat mereka takut terhadap negara dan menambah panjang trauma yang sudah ada, karena masyarakat Nduga juga warga negara yang berhak dilindungi.

“Jangan membuat hal yang menyebabkan mereka tidak nyaman dengan keberadaan aparat negara di tanah mereka sendiri. Berikan kembali kenyamanan dan kedamaian kepada masyarakat Nduga,” ucapnya.

Jika aparat keamanan ingin melakukan penyisiran lanjutnya, wilayah itu harus dikosongkan dari masyarakat sipil terlebih dahulu, karena kelompok bersenjata berbaur dengan warga sehingga sulit dibedakan.

“Dengan kekuatan aparat keamanan, justru mengikis kepercayaan orang Papua terhadap negara. Trauma rakyat Papua harus dihilangkan, bukan ditambah,” ujarnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan, pengejaran itu merupakan penegakan hukum oleh Polri terhadap kelompok bersenjata yang telah menembak dua pesawat sipil Demonim dan Trigana belum lama ini, dan menyebabkan dua pilot kena tembak, tiga warga sipil dewasa serta satu balita dibacok.

Menurutnya, apa yang dilakukan kepolisian untuk menegakkan hukum di NKRI dan melindungi masyarakat lain agar tak menjadi korban berikutnya.

“Kami harus tegakkan hukum untuk keadilan terhadap korban yang meninggal, atau membiarkan mereka membunuh orang terus?” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement