Kopkedat, Berjuang untuk Pembangunan SD di Korowai Batu

Kopkedat, Berjuang untuk Pembangunan SD di Korowai Batu

Aktivis Kopkedat saat mengajar anak-anak pedalaman Papua di di Brukmahkot, Korowai Batu – Yan Akobiarek

Metro Merauke – Ketua Komunitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua, Yan Akobiarek mengatakan, sejak tiga tahun lalu pihaknya merintis pendirian bangunan sekolah dasar (SD) di Brukmahkot, Korowai Batu, namun hingga kini belum terwujud.

Kopkedat menurutnya, pernah menyampaikan hal ini kepada Lukas Enembe saat masih menjabat gubernur Papua dan berkunjung ke Korowai, jelang akhir Oktober 2017 lalu. Namun hingga kini belum ada realisasinya.

“Mungkin karena saat itu masa jabatan Lukas Enembe sudah akan berakhir, sehingga tidak sempat mewujudkan permintaan mendirikan sekolah di Korowai Batu,” kata Yan Akobiarek kepada Metro Merauke, Rabu (11/07).

Selain kendala fasilitas kata Akobiarek, hambatan lain yang dihadapi anak-anak pedalaman Papua yang ingin bersekolah adalah biaya. Saat mereka ke kota untuk mengenyam pendidikan, harus mengeluarkan uang untuk biaya pendidikan.

Yan Akobiarek mencontohkan, beberapa hari lalu ia membawa beberapa anak dari Brukmahkot, Korowai Batu untuk bersekolah di Kabupaten Yahukimo. Namun mereka kesulitan karena tak punya biaya untuk membayar sekolah dan tempat tinggal.

“Saya bersama mereka di Yahukimo, mengurus mereka agar bisa sekolah. Meski kami dari komunitas tak punya uang, tapi kami kumpul uang untuk menyekolahkan anak-anak ini, walau itu belum cukup.”

Mestinya kata dia, penggunaan dana Otsus mengutamakan pendidikan dan kesehatan orang asli Papua, terutama di wilayah pedalaman. Namun hingga kini anak-anak pedalaman Papua yang ingin sekolah masih terkedala biaya.

“Harapan saya, dengan gubernur baru dapat melihat anak-anak dari pedalaman yang ingin sekolah dan tak punya biaya. Ke depan, jangan lagi anak-anak pedalaman takut sekolah karena tidak ada biaya,” ujarnya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement