KPU: Ada Batas Waktu Keberatan Hasil Pleno Pilgub

KPU: Ada Batas Waktu Keberatan Hasil Pleno Pilgub

Ketua dan enam komisioner KPU Papua saat menandatangani berita acara pleno rekapitulasi suara pilgub Papua

Metro Merauke – Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay mengatakan, ada batas waktu terhadap pihak yang keberatan dengan hasil pleno rekapitulasi suara pilgub Papua yang dilakukan pihaknya, 8-9 Juli 2018.

Menurutnya, pihak yang keberatan memiliki waktu selama tiga hari melayangkan keberatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), terhitung sejak pleno rekapitulasi.

“Kalau tidak ada keberatan ke MK, kami menjadwalkan penetapan calon gubernur dan wakil gubernur,” kata Kossay kepada wartawan usai pleno, Senin (9/07) malam.

Terkait pembatalan pasangan calon (paslon) terpilih katanya, mengacu pada pasal 158 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang pilkada serentak.

Dalam pasal itu disebutkan pembatalan paslon terpilih hanya dapat disengketakan jika selisih suara 0,5 persen hingga 1 persen untuk daerah berpenduduk 12 juta jiwa, dan 1 persen hingga 1,5 persen untuk wilayah berpenduduk 2 juta sampai 6 juta jiwa.

“Di luar itu, putusan KPU atas penetapan pemenang pilkada dianggap sah. Paslon yang selisih perolehan suaranya sesuai pasal dalam undang-undang, bukan tidak mungkin bersengketa di MK, jika perselisihan hasil pilkada yang diajukan paslon dikabulkan MK,” ucapnya. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement