Pembeli di Pasar Mama-Mama Papua Tak Seramai Pasar Sementara

Pembeli di Pasar Mama-Mama Papua Tak Seramai Pasar Sementara

Suasana di Pasar Mama-Mama Papua di Jalan Percetakan, Kota Jayapura

Metro Merauke – Koordinator Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), Franky Warer mengatakan, sejak mama-mama Papua menempati pasar permanen di Jalan Percetakan, Kota Jayapura selama tiga bulan terakhir, pembeli tak seramai saat mama-mama masih menempati pasar sementara.

“Mungkin karena masa transisi, pasca pindahnya mama-mama dari pasar sementara,” kata Franky kepada Metro Merauke belum lama ini.

Katanya, pembeli di pasar mama-mama tidak hanya masyarakat Kota Jayapura, juga warga daerah lain, termasuk dari luar Papua yang kebetulan berkunjung ke wilayah itu.

Ia mengatakan, mungkin mereka penasaran ingin melihat seperti apa pasar mama-mama yang selama ini diperjuangkan dan akhirnya dibangun oleh Presiden Jokowi itu, dan mau membuktikan apakah benar semua yang berjualan adalah orang asli Papua.

“Ketika mereka masuk, ada yang menyatakan memang benar pasar yang didirikan Presiden Jokowi ini dikhususnya untuk pedagang asli Papua,” ucapnya.

Solpap berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengatur jam operasional pasar lain di sekitar pasar mama-mama Papua, karena hal itu telah disampaikan pihaknya saat bertemu pemerintah kota beberapa waktu lalu.

“Kalau pasar lainnya buka, otimatis pembeli terbagi. Mungkin pemkot sedang berupaya menyatukan penjual asli Papua yang berjualan di luar pasar mama-mama masuk ke pasar mama-mama Papua,” ujarnya.

Salah satu mama pedagang asli Papua yang berjualan di pasar mama-mama Papua, Asna Inggamer mengatakan hal yang sama. Katanya, animo pembeli menurun dibandingkan ketika mama-mama masih menempati pasar sementara yang jaraknya kurang lebih 50 meter di sebelah kanan pasar kini.

“Mungkin karena pasar ini masih baru atau memang tidak ada pembeli,” kata mama Inggamer. (Arjuna P/Redaksi)

Advertisement