Buntut Pungli, Sejumlah Caleg Datangi Kantor PN Merauke

Buntut Pungli, Sejumlah Caleg Datangi Kantor PN Merauke

Sejumlah caleg sedang berdialog dengan salah seorang staf PN Merauke yang menerima uang pungutan | LKF

Metro Merauke – Sejumlah calon legislatif mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Merauke sekitar pukul 10.00 Wit. Kedatangan mereka tidak lain mempertanyakan pungutan liar yang dilakukan senilai Rp 200 ribu.

“Kami datang kesini, karena muncul pemberitaan bahwa terhitung mulai tanggal 5 Juli 2018, caleg yang mengurus  surat keterangan (SK) di PN Merauke, tak dikenakan biaya lagi,” ungkap salah seorang Caleg DPRD Merauke, Simon Balagaize kepada sejumlah wartawan Jumat (6/7).

Dikatakan, beberapa hari lalu, dirinya mengurus surat keterangan untuk beberapa caleg dan membayar senilai Rp 600 ribu kepada staf pengadilan. Saat itu, ia meminta agar ada bukti tanda terima berupa kwitansi, tetapi dijawab tak disiapkan.

“Dari situ saya langsung curiga. Masa kantor negara besar begini, tak menyiapkan kwitansi,” ungkapnya.

Begitu muncul pemberitaan hari ini, lanjut dia, langsung datang di PN Merauke dan meminta uang dikembalikan.

“Saya minta uangnya dikembalikan. Masa caleg lain tak dipungut biaya, sementara kami lain diharuskan. Tidak bisa begitu dong,” tegasnya.

“Kita semua adalah warga Negara Indonesia. Kalau ada yang bayar dan ada  yang tidak, sudah pasti memunculkan diskriminasi dan ketidakladilan,” ujarnya.

“Kami dijanjikan kembali minggu depan Rabu dan Kamis mengambil uang tersebut,” ungkap dia.

Humas PN Merauke, Rizki Yanuar sedang memberikan penjelasan kepada para caleg | LKF

Humas PN Merauke, Rizki Yanuar mengaku, pihaknya telah mendapat petunjuk dari Ketua PN setempat, Orpa Marthina dan uang yang telah disetorkan caleg, akan dikembalikan semuanya.

“Nantinya saat caleg bersangkutan datang, membawa kopian dua surat tersebut sekaligus menunjuk e-KTP sekaligus mengambil uang yang telah disetorkan,” katanya. (LKF)

Advertisement