Dana Otsus Disoroti, Ratusan Mahasiswa Lakukan Demonstrasi

Dana Otsus Disoroti, Ratusan Mahasiswa Lakukan Demonstrasi

Orasi mahasiswa di Kantor Bupati Merauke | LKF

Metro Merauke – Kurang lebih 300-an mahasiswa dan mahasiswi Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Merauke, sehubungan dengan bantuan studi dari dana otonomi khusus (otsus) yang diberikan tidak tepat sasaran.

Sebagaimana pantauan Metro Merauke Kamis (5/7), ratusan mahasiswa itu berkumpul di Lingkaran Brawijaya (Libra) terlebih dahulu.

Setelah bernegosiasi dengan aparat kepolisian, akhirnya disepakati melakukan long march dari Libra menuju kantor bupati.

Selama perjalanan, mereka melakukan orasi dan mengkritik berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke yang tak memanfaatkan dana Otsus bidang pendidikan dengan baik untuk mahasiswa-mahasiswi Papua.

Kedatangan mereka di kantor bupati, diterima Asisten I Setda Merauke, Sunarjo, S.Sos serta beberapa pejabat lain. Kurang lebih dua jam, orasi berlangsung di halaman kantor bupati.

Mereka pun mendesak agar bertemu langsung Bupati Merauke, Frederikus Gebze serta Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Daniel Pauta sebagai uasa pengguna anggaran (KPA). Hanya saja, kedua pejabat  tak berada di tempat.

Usai melakukan orasi, sejumlah pernyataan sikap dibacakan oleh perwakilan mahasiswa Marind, Andreas Kahol. “Kami minta agar semua bantuan studi untuk mahasiswa non Papua, harus dihentikan,” pintanya.

Selain itu, lanjut Kahol, beasiswa dan bantuan lain yang diberikan, menggunakan dana otonomi khusus (Otsus).

“Kami juga minta diterbitkan Peraturan Bupati Merauke tentang penggunaan dana otsus. Sehingga lebih jelas dan transparan,” pintanya lagi.

Hal lain disampaikan yakni meminta pemerintah mengirim lulusan sarjana melanjutkan studi ke jenjang pasca sarjana di sejumlah perguruan tinggi di luar Papua. Juga menyekolahkan dokter Marind mengambil spesialis.

Asisten I Setda Merauke, Sunarjo berjanji memperjuangkan berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi hari ini.

“Saya pertaruhkan jabatan untuk menyuarakan ke pimpinan di tingkat atas,” katanya. (LKF)

Advertisement