Teluk Wondama Optimalkan Serapan Anggaran

Teluk Wondama Optimalkan Serapan Anggaran

Prosesi adat panen sagu adalah salah satu budaya masyarakat di Teluk Wondama. Hal ini ditampilkan pada Festival Pulau Roon belum lama ini | Antaranews Papua Barat/Zack T Bala

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengoptimalkan penyerapan anggaran agar menyampai 100 persen pada akhir semester kedua tahun 2018.

Sekretaris Daerah Teluk Wondama, Denny Simbar di Wasior, Rabu, menyatakan capaian serapan anggaran pada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjelang akhir smester satu 2018 belum seperti yang diharapkan.

Berdasarkan catatan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), kata Denny, realisasi serapan anggaran setiap OPD masih di bawah rata-rata. Idealnya, serapan hingga memasuki akhir semester satu minimal 40 persen.

“Sekarang sudah memasuki semester dua, harus optimis serapan anggaran bisa lebih baik. Perli ada percepatan-percepatan pelaksanaan anggaran, “ kata Denny.

Secara umum serapan APBD Kabupaten Teluk Wondama sampai dengan 31 Mei 2018 lalu baru mencapai 30-an persen. Pendapatan Daerah dari yang dianggarkan 852 miliar lebih telah terealisasi 294 miliar lebih atau sebesar 34, 47 persen.

Perinciannya, Pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan 18 miliar baru terealisasi 2 miliar lebih atau sebesar 16,22 persen. Pajak daerah terealisasi 18,08 persen, Retribusi daerah terealisasi 75,89 persen, kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi 0 persen dan lain-lain PAD yang sah terealisasi 13,73 persen.

Sementara Belanja Daerah dari yang dianggarkan Rp853 miliar lebih sejauh ini baru terserap 210 miliar lebih atau sebesar 24,70 persen. Terdiri dari Belanja Langsung dianggarkan 512 miliar lebih baru terserap 120 miliar lebih atau 23,60 persen. Belanja Tidak Langsung dianggarkan 341 miliar lebih terealisasi 89 miliar lebih atau sebesar 26, 35 persen.

BKAD Teluk Wondama belum lama ini merilis tingkat serapan anggaran setiap OPD hingga 31 Mei 2018. Pada akhir triwulan II hanya dua OPD yang serapan anggarannya di atas 50 persen.

Yaitu Dinas Perhubungan dengan pagu anggaran 11 miliar sudah terserap 6,3 miliar atau sebesar 57,98 persen. Peringkat kedua ditempati BKAD dengan pagu anggaran 10,6 miliar sudah terealisasi 6 miliar atau sebesar 56,46 persen.

Tercatat ada 16 OPD serapan anggarannya masih di bawah 50 persen namun di atas 30 persen. Sebanyak 30 OPD di bawah 30 persen dan di atas 20 persen dan sisanya sebanyak 13 OPD belum mencapai 20 persen.

Sekda berharap, pada semester II seluruh OPD mengoptimalkan pengelolaan anggaran. Ia juga menekankan agar anggaran daerah terealisasi secara tepat serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebisa mungkin tidak ada temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kalau pun ada, jangan sampai mengarah pada tindak pidana korupsi,” pungkasnya. (Zack T Bala)

Sumber: Antara

Advertisement