Kapolri Kuak Kronologi Penembakan Polisi Pengawal Logistik Pilkada Papua

Kapolri Kuak Kronologi Penembakan Polisi Pengawal Logistik Pilkada Papua

Kapolri Jenderal Tito Karnavian | Ist

Metro Merauke – Insiden penembakan menimpa 2 anggota Polri yang tengah mengawal logistik Pemilu di Hulu Sungai Memberamo, Papua. Berdasarkan hasil investigasi sementara, motif penembakan itu bermula modus jual-beli yang dilakukan warga sekitar kepada 4 orang tersebut.

“Jadi, di Hulu Sungai Membrano itu namanya Distrik Torere di mana ada seorang bapak yang menawarkan sayur. Saat mereka merapat ditembak dan kepala distrik langsung kena tembak,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/6).

Setelah kepala distrik terkena tembakan, kata Tito, 3 orang lainnya melarikan diri. Setelah itu, aparat melakukan pencarian sejak 27 Juni hingga akhirnya jenazah Brigjen Pol Sinton Kabarek berhasil ditemukan.

“Ditemukan lumpur di area pernapasan, sehingga meninggal karena buntu aliran napasnya,” sambung Tito.

Kepolisian pun masih mencari tahu apakah penyerangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut ada kaitannya dengan Pilkada Papua.

“Kita masih mencari kelompoknya apakah ada kaitannya dengan Papua, di pegunungan itu ada kelompok-kelompok dipakai kelompok politik untuk kepentingan Pilkada,” tuturnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menambahkan, juga ditemukan satu orang anggota polisi yang menjadi korban penembakan di Papua. “Sekitar jam 10-11 waktu setempat sudah ditemukan jenazah rekan kami Ipda Yesayas yang gugur pada saat pengamanan membawa logistik pemilu,” jelas Setyo.

Jenazah Ipda Yesayas ditemukan sekira 300 meter dari lokasi kejadian penembakan dengan pakaian dinas masih lengkap. (Ari)

Sumber: Okezone

Advertisement