20 Napi Lapas Merauke Buka Lahan Satu Hektar di Serapu

20 Napi Lapas Merauke Buka Lahan Satu Hektar di Serapu

Gabah hasil panen napi Lapas Merauke | LKF

Metro Merauke – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Merauke, Suroto mengatakan, sebanyak 20 nara pidana mengikuti program asimilasi pertanian. Mereka diizinkan keluar dari lembaga dengan pengawalan petugas, membuka lahan seluas kurang lebih satu hektar di Serapu, Distrik Tanah Miring.

Demikian disampaikan Kalapas kepada sejumlah wartawan Rabu (4/7). Dikatakan, program dimaksud sempat terhenti, namun sudah dijalankan kembali dalam beberapa tahun terakhir. Karena manfaatnya sangat besar bagi para nara pidana.

Menurutnya, napi yang mengikuti program dimaksud, minimal sudah menjalani hukuman stengah dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Merauke. Juga menunjukkan sikap baik selama berada di lembaga.

“Kami juga harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari para orangtua mereka,” katanya.
Dijelaskan, setiap pagi mereka dihantar ke Serapu dan sore hari pulang. Setiap hari seperti begitu. Dari hasil kerja keras yang dilakukan, dalam waktu dekat proses panen akan dilangsungkan.

“Memang saya mempunyai harapan besar agar tidak hanya satu hektar dibuka, tetapi sampai lima. Sehingga tak perlu harus mengharapkan bantuan beras lagi dari pemerintah,” ungkapnya.

Dengan program dimaksud, menurut dia, memberikan manfaat besar juga kepada napi. Dimana, setelah bebas, sudah pasti kembali hidup bersama masyarakat. Lalu, harus ada rutinitas setiap hari dilakukan.

“Ya, minimal mereka sudah  menanam padi dan merawat hingga panen. Sehingga itu bisa dijadikan modal untuk membuka lahan setelah keluar dari Lapas,” katanya.  (LKF)

Advertisement