Hore… Merauke Sudah Miliki Mesin Pompa Penyedot  Banjir

Hore… Merauke Sudah Miliki Mesin Pompa Penyedot  Banjir

Mesin pompa air yang bermanfaat untuk menyedot banjir | LKF

Metro Merauke –  Hore.. mungkin kata ini pantas untuk digambarkan kepada masyarakat di Kabupaten Merauke. Karena telah ada mesin pompa penyedot banjir. Namun harganya juga membuat ‘sesak nafas’ yakni Rp 1,3 miliar.

Dengan pengadaan mesin tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Merauke, masyarakat kota dan sekitarnya tak perlu risau saat genangan banjir yang sering ‘mengepung’ kota setiap tahun.

Kepala Dinas PU Kabupaten Merauke, HBL Tobing diruang kerjanya Jumat (22/6) mengatakan, mesin tersebut telah dilakukan ujicoba dan kondisinya dalam keadaan baik. Tinggal saja akan digunakan untuk menyedot banjir ketika datang musim hujan.

“Memang ada beberapa titik yang menjadi langganan banjir seperti daerah Transito, depan Brimob, jalan pendidikan serta tempat lain,” katanya.

Nantinya, lanjut Tobing, mesin itu akan mobile ke sejumlah titik  yang menjadi tempat sasaran. “Ada selang khusus disiapkan  menyedot banjir, lalu dibuang ke dataran rendah,” tuturnya.

Dikatakan,  mesin itu berukuran 20 inch dengan debit air yang disedot dalam satu jam sekitar 2.000 meter/kubik.

Tobing menambahkan, jika tak ada halangan, tahun depan akan  ada pengadaan satu lagi dengan ukuran lebih kecil yakni 10 inch. Nantinya yang besar,  ditempatkan di daerah pintu air, Gudang Arang. (LKF)

Advertisement

1 komentar

  1. saya pikir ini tidak perlu,
    kota jayapura yang sering banjir yang hanya sejam sudah banjir aja tidak perlu membuang2 uang membeli penyedot air,
    intinya itu solusi permanen,merauke rata2 tidak mempunyai gorong2 disepingiran jalan raya,dan hanya bagian di kota saja,dan juga pembuanganya juga ke kali tidak ada,
    harusnya bupati konsultasi dulu ke dinas pu dan tata ruang,
    solusi tiap jalan di merauke harus ada gorong2 walau hanya ukuran setengah meter, tapi normalnya gorong2 1 meter lebih, untuk menampung debit air dan membuang kekali,
    penataan ruang di kota merauke agak minus menurut saya,
    karena setiap membangun jalan2 baru, wajib itu membuat gorong2 disampingnya,
    tapi belum terlambat kok membuat gorong2 di sepanjang kota merauke dan membuangnya ke kali,
    jayapura setiap pelebaran jalan pasti membuat gorong2 disampingnya,
    contoh jalan besar aja dari sentani sampai kota jayapura aja , pasti dsampingnya dibuatkan gorong2, ini harus difikirkan.
    jayapura lebih parah banjirnya,bahkan bisa setinggi leher,
    tapi solusi pemkot lebih memfokuskan jangka panjang,dan ini harus di ikuti kab merauke.
    mencegah banjir lebih baik dari pada mengobati,
    belum terlambat kok pak bupati.
    walaupun kalau dibilang pendapatan PAD jayapura sangat besar,dibandingkan kab merauke,
    ini karena faktor walikotanya pak makanya jayapura sangat maju,dsamping karena ibu kota provinsi tapi krn walikota nya sangat bangus apalagi dalam melayani masyarakatnya,
    bahkan yang harus di contoh harus ada dinas 1 pintu juga dimerauke,agar tau PAD merauke realnya brp dan memudahkan investor yang masuk,
    saya pikir pak bupati mau studi banding kepada walikota jayapura dalam hal pembangunan kota,
    krn masyarakat jayapura percaya akan walikota BTM beliau terpilih walikota 2 periode, ini faktor kerja kerasnya membangun kota pak,
    saya pikir pak bupati mau studi banding ke bpak walikota jayapura dalam berbagai hal demi pembangunan.

    balas