Komnas HAM Papua: Paslon Jangan Menjadi Pemicu Konflik

Komnas HAM Papua: Paslon Jangan Menjadi Pemicu Konflik

Kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey - tabloidjubi.com

Metro Merauke – Komnas HAM perwakilan Papua mengingatkan pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur dan bupati-wakil bupati tujuh kabupaten tidak menjadi bagian dari konflik atau pemicu konflik di masyarakat saat pelaksanaan pilkada (pilgub), 27 Juni 2018.

“Kami meminta paslon tidak menjadi bagian dari konflik, tapi mengedepankan prinsip demokrasi hukum dan HAM. Pilkada yang menjunjung prinsip hukum dan HAM,” kata kepala kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey kepada Metro Merauke, Kamis (21/06).

Selain paslon, Komnas HAM Papua juga mengingatkan KPU dan Bawaslu provinsi hingga kabupaten (kota) bebas dari kepentingan, dan dapat menfasilitasi warga negara menyalurkan hak politiknya sebagai hak asasi, saat hari pemungutan suara.

Komnas HAM Papua juga berharap masyarakat pro aktif memberikan suaranya, dan berpartisipasi melakukan pengawasan selama pelaksanaan pilkada (pilgub) di Papua.

Sejak beberapa waktu lalu lanjut Ramadey, Komnas HAM Papua telah membuka posko pemantauan pilkada di Papua dan Papua Barat. Posko itu berada di kantor Komnas HAM Papua, Jalan Soa Siu, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

“Secara nasional, setiap kantor perwakilan membuat posko pengaduan pilgub dan pilkada,” ujarnya. (Arjuna/Redaksi)

Advertisement