DANA Siap Tawarkan Dompet Digital yang Aman dan Pintar

DANA Siap Tawarkan Dompet Digital yang Aman dan Pintar

Seorang wanita menunjukkan layanan DANA di Jakarta, Rabu(21/3). DANA, Dompet Digital Indonesia merupakan sebuah layanan dari perusahaan rintisan (start up) di bidang teknologi finansial | Liputan6/Angga Yuniar

Metro Merauke – Hadir sebagai pemain dompet digital baru di Indonesia, DANA, mengaku tak pernah menganggap layanan serupa lainnya sebagai kompetitor. Menurut CEO DANA Vincent Iswara, kesempatan di pasar Indonesia untuk layanan digital semacam ini masih besar.

“Saat ini, ada ratusan perusahaan financial technology (fintech), kami tak pernah menganggap mereka kompetitor, tapi kolaborator. Kompetitor kami saat ini hanya dompet, jadi kami ingin mengubah seluruh isi dompet menjadi digital,” tuturnya saat ditemui di kantor DANA, Rabu (24/5) sore.

Karena itu, ia menyebut DANA akan hadir sebagai dompet digital yang tak hanya mudah, aman, seamless, tapi juga pintar.

Vincent menuturkan, DANA banyak melakukan proses pengembangan back-end untuk seluruh proses transaksi yang dilakukan cepat dan mudah.

“Sebagai contoh, saat membeli tiket bioskop dan sistemnya sedang down, refund dana bisa dilakukan secara otomatis, tak perlu lagi klaim. Hal semacam itu yang menjadikan DANA lebih pintar dan nantinya akan terus dikembangkan,” ujarnya menjelaskan.

Ia menuturkan, pembayaran digital menawarkan transaksi yang lebih mudah dan bagus. Karena itu, DANA hadir untuk ikut mentransformasi ekonomi digital Indonesia dengan lebih cepat.

Menurutnya, hal itu tak lepas dari animo masyarakat yang mulai beranjak ke digital. Selain itu, peningkatan penggunaan smartphone secara tak langsung turut mempengaruhi adopsi layanan digital di Tanah Air.

Untuk menunjang rencana itu, DANA pun sudah disiapkan untuk dapat bekerja dengan beragam transaksi. Tak hanya transaksi online, Vincent mengatakan, ke depannya layanan ini juga dapat digunakan untuk transaksi di toko offline.

Lebih lanjut, ia mengatakan DANA hadir sebagai platform yang terbuka sehingga dapat bekerja dengan banyak rekanan. Saat ini layanan DANA sudah terintegrasi di BlackBerry Messenger (BBM), Bukalapak, Tix.id, dan aplikasi Ramayana.

Saat meluncur pertama kali, DANA juga optimistis akan menduduki posisi tiga besar dompet digital di Tanah Air dan menumbuhkan transaksi nontunai.

“Kami ingin berada di posisi tiga besar dompet digital di Indonesia. Untuk mencapai target ini, kami memiliki berbagai persiapan mulai dari teknologi-teknologi baru hingga memperbanyak merchant mitra,” tutur Vincent.

Ia menjelaskan, DANA memiliki peluang besar untuk tumbuh, kendati harus menghadapi persaingan dari para kompetitornya. Terlebih lagi, pemerintah juga mendorong Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), sehingga ada peluang besar untuk mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan nontunai sebagai alat transaksi.

Dari internal DANA sendiri, dompet digital ini akan memiliki serangkaian teknologi baru yang sedang disiapkan.

Beberapa teknologi tersebut adalah QR code, serta pengenalan wajah dan gambar. Serangkaian teknologi baru itu disiapkan oleh tim DANA, yang sebagian besar terdiri dari bagian teknis.

Layanan Dana di BBM | Liputan6/Andina Librianty

“In-house kami, rasio engineer-nya sangat besar yaitu 70-80 persen adalah tim teknis dan ini menjadi salah satu yang membedakan kami dengan layanan lainnya. Ini baru awalnya (peluncuran versi beta), ada banyak hal lagi yang akan kami umumkan, termasuk banyak teknologi baru,” ungkap Vincent.

Untuk QR code sendiri, Vincent mengaku DANA masih berdiskusi dengan pihak Bank Indonesia (BI), mengingat standarisasi mengenai transaksi penggunaan teknologi tersebut belum ditetapkan.

Namun ia memperkirakan QR code akan meluncur di DANA pada tahun ini. “Tapi dipastikan, layanan kami akan sesuai dengan standarisasi BI, kami terus berkomunikasi dengan BI,” sambungnya.

Adapun DANA saat ini baru menjalani kerja sama dengan sekitar 40 merchant, yang mempunyai layanan online. Untuk tahap awal, kata Vincent, akan lebih mudah merilis DANA untuk masyarakat yang sudah terbiasa berbelanja online dengan layanan nontunai.

Vincent menegaskan, DANA akan terus menambah daftar merchant di Indonesia, termasuk pedagang offline seperti warung tradisional. Menurutnya, tidak ada standarisasi khusus untuk merchant yang ingin menggunakan layanan DANA.

“Selama mereka mau bekerjasama, kami terbuka karena kami adalah open platform. Kami berharap DANA akan semakin dikenal dan terintegrasi dimana-mana,” pungkasnya. (Dam/Isk)

Sumber: Liputan6

Advertisement