Kesaksian Penerima Manfaat Besar KIS di Hadapan Jokowi

Kesaksian Penerima Manfaat Besar KIS di Hadapan Jokowi

Presiden Joko Widodo saat berdiskusi bersama warga pengguna JKN KIS bernama Malia di Istana Negara Jakarta pada Rabu (23/5) | Bayu Prasetyo

Merauke – Sejumlah pengguna Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan kesaksian tentang pelayanan kesehatan yang didapatkan mereka kepada Presiden Joko Widodo.

Saat bersilaturahmi dengan 131 perwakilan pengguna manfaat JKN-KIS di Istana Negara Jakarta hari ini, Presiden Jokowi mengundang empat warga untuk berdiskusi membahas pelayan kesehatan yang didapat dari mengikuti program JKN KIS.

Seorang ibu peserta program JKN KIS asal Balikpapan, Malia, mengaku terjangkit kanker usus yang telah menyebar hingga ke paru-paru.

Dia menjelaskan kanker ususnya sudah ditangani dan masih melakukan tindakan untuk kanker paru-paru yang dideritanya dengan minum obat dan kemoterapi.

“Pelayanannya baik, benar pak enggak ada. Enggak ada pungutan apa-apa,” ujar Malia yang ditanya Jokowi mengenai pelayanan kesehatan yang diterimanya.

Malia memuji pemerintah dan BPJS Kesehatan yang memberikan asistensi kesehatan kepada masyarakat.

Warga lain bernama Nasipan asal Surabaya juga berbicara senada dengan Malia mengenai pelayanan kesehatan gratis yang diterimanya.

Nasipan mengidap penyakit jantung dan diabetes sehingga harus dipasangi ring.

“Katanya pertama, waktu di ring pertama itu sekitar Rp25 juta. Tapi Alhamdulillah ‘mboten mbayar’. Sekitar empat kali opname tidak ada yang bayar semua, Alhamdulillah,” ujar Nasipan menjelaskan pelayanan kesehatan gratis JKN-KIS yang didapatnya.

Nasipan pun mengajak warga lain yang sakit untuk memanfaatkan KIS ke rumah sakit.

Sementara, Daeng Nurlia, seorang ibu asal Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku terkena tumor ganas di bagian sendi kakinya sehingga kaki kirinya harus diamputasi.

Awalnya Nurlia menyangka sakitnya hanya penyakit biasa, namun dokter menyarankan tumor ganasnya itu diangkat. Dia bahkan sempat punya pikiran mengakhiri hidupnya saking beratnya beban hidup yang dirasakan akibat tumor ganas ini, selain karena himpitan ekonomi.

“Saya kembali semangat dengan adanya KIS ini saya bisa bangkit lagi. Mengingat anak-anak saya masih sekolah. Saya masih cinta sama anak saya, suami saya. Terimakasih kepada pemerintah dan negara. Saya jalani semua pengobatan anjuran dari dokter, operasi, kemoterapi, bahkan radiasi sampai 25 kali berlanjut,” ujar Nurlia kepada Jokowi.

Sementara, seorang bapak asal Papua, Markus, bersama putrinya Martina juga memuji layanan kesehatan JKN-KIS.

Sejak dirujuk dari salah satu rumah sakit di Papua ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Martina masih menjalani transfusi hingga kembali ke Papua. Kemudian pada September 2015, Markus mengatakan dokter mengambil tindakan operasi kepada Martina.

“Terus terang saja saya tidak minta apa-apa sama bapak Presiden. Terima kasih saja karena KIS, anak saya disembuhkan kembali,” ujar Markus.

Presiden Jokowi menanggapi mereka dengan menyatakan bahwa bagi pemerintah, jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah tugas konstitusional.

“Tugas konstitusi yang harus kita jalani bersama dan memastikan bahwa seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air merasakan kehadiran negara terutama dalam pelayanan kesehatan,” ujar Presiden.

Namun demikian, Kepala Negara memohon masyarakat untuk mengambil  tindakan preventif dalam menghindari penyakit. Hal itu dapat dilakukan dengan pola makan, olahraga dan istirahat yang cukup.

Presiden juga meminta pelayan kesehatan tidak menghambat dan mempersulit masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan.

Jokowi akan terus memeriksa jika ada laporan pelayanan kesehatan yang dipersulit.

“Jangan sampai saya nanti mengecek ke rumah sakit ada yang mengeluh ke saya karena dipersulit, dihambat. Itu saya yang ga mau. Pasti akan saya kejar kenapa dipersulit, kenapa dihambat, saya cari pasti,” tegas Presiden.

131 perwakilan penerima manfaat JKN-KIS dan 124 perwakilan daerah yang telah dilengkapi JKN-KIS turut dalam acara itu.

Pada acara itu juga diberikan penghargaan kepada empat provinsi, 28 kota dan 92 kabupaten yang telah memanfaatkan JKN-KIS dengan perwakilan penerima yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Gorontalo, Provinsi Papua Barat, Provinsi Aceh, Kabupaten Badung, Kabupaten Luwuk Timur, Kota Cirebon dan Kota Padang Panjang.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden kepada para perwakilan pemda.

Ada 92,2 juta warga yang mendapat pelayanan kesehatan JKN-KIS pada 2018.  Target penambahan pengguna JKN-KIS pada 2018 yaitu bertambah 4,6 juta jiwa.

Menurut data BPJS Kesehatan, peserta BPJS Kesehatan hingga pada 18 Mei 2018 tercatat 197.644.315 jiwa.

BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 22.085 fasilitas kesehatan tingkat pertama, 2.379 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan dan 2.685 fasilitas kesehatan penunjang. (Bayu Prasetyo)

Sumber: Antara

Advertisement