Pemalangan Lahan di Kampung Boepe, Tjahyo Purnomo Janji Segera Lapor Bupati Merauke

Pemalangan Lahan di Kampung Boepe, Tjahyo Purnomo Janji Segera Lapor Bupati Merauke

Masyarakat pemilik lahan di Distrik Kaptel, Kabupaten Merauke | LKF

Metro Merauke – Masyarakat delapan marga dari Distrik Kaptel yang melakukan pemalangan lahan di Kampung Boepe, setelah belum adanya penyelesaian uang tali asih, langsung diresponi cepat oleh Kepala Badan Penanaman Modal dan Investasi Kabupaten Merauke, Tjahyo Purnomo.

“Saya sudah mendengar adanya pemalangan lahan dan pengambilan kunci kantor dari PT Nutfa Marind Papua oleh pemilik ulayat,” ujar Purnomo kepada Metro Merauke Rabu (16/5).

Sebagai tindaklanjutnya, demikian Purnomo, pihanya akan segera melaporkan kepada Bupati Merauke, Frederikus Gebze. “Kemarin saya sudah kontak Pak Bupati Merauke untuk bertemu. Hanya saja, kondisi kesehatan beliau terganggu, sehingga tak sempat melaporkan,” katanya.

Dikatakan, pihaknya tak bisa mengambil keputusan sendiri terkait pemalangan itu. Karena menyangkut masalah tanah ulayat yang menjadi milik masyarakat delapan marga.

“Harusnya dari pemerintah, pemilik ulayat, investor dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke duduk bersama untuk dilakukan penyelesaian, sehingga ada titik penyelesaian,” ujarnya.

“Memang yang dipersoalkan masyarakat delapan marga adalah uang tali asih dari perusahan yang tak kunjung diselesaikan. Sehingga mengundang aksi protes pemilik sampai pemalangan lahan,” tuturnya. (LKF)

Advertisement