Pemilik Ulayat Gembok Kantor Pt Nutfa Marind Papua

Pemilik Ulayat Gembok Kantor Pt Nutfa Marind Papua

Masyarakat pemilik ulayat dari Distrik Kaptel sedang di Kantor DPRD Merauke | LKF

Metro Merauke – Setelah tak ada kepastian penyelesaian uang tali asih senilai Rp 300 juta kepada masyarakat pemilik ulayat dari delapan marga di Distrik Kaptel, akhirnya kantor perusahan di Kampung Boepe digembok dan aktivitas pembukaan lahan dihentikan.

Koordinator masyarakat delapan marga, Otniel Samkakai kepada Metro Merauke Selasa (15/5) mengatakan, kurang lebih seminggu, kantor perusahan maupun areal yang dibuka dipalang dan tak boleh aktivitas. Karena tak ada niat baik menyelesaikan uang tali asih.

Dikatakan, jika sudah ada penyelesaian, kunci kantor dan palang, akan dibuka kembali. “Memang kunci kantor diambil pemilik ulayat. Sehingga tak ada aktivitas sama sekali disana,” katanya.

Dia mengaku, puluhan masyarakat hari ini kembali mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke. Karena dijanjikan akan dilakukan pertemuan bersama pemerintah serta pihak perusahan.

Hanya saja, lanjut dia, setelah masyarakat datang di dewan, diperoleh informasi kalau dibatalkan. “Kami tidak tahu alasan pembatalan, namun masyarakat merasa sangat kecewa,” ujarnya.

Dia mengaku, kurang lebih seminggu, perwakilan delapan marga berada di kota. Hanya kebutuhan makan-minum mengalami kesulitan.

“Awalnya perusahan menjanjikan mengurus makan-minum kami di kota. Namun begitu kunci kantor tak diserahkan, mereka justru menghentikan bantuan sejumlah kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Otniel berharap DPRD Merauke menyikapi dengan serius ganti rugi uang tali asih masyarakat delapan marga. Sehingga tindak menimbulkan aksi protes terus. (LKF)

Advertisement