Pembakaran Lilin dan Doa Bersama, Puncak Aksi Turun Jalan

Pembakaran Lilin dan Doa Bersama, Puncak Aksi Turun Jalan

Koordinator Aliansi Ormas Kabupaten Merauke, Yoseph Gebze didampingi beberapa pengurus Ormas membacakan surat pernyataan sikap | LKF

Metro Merauke – Aksi Solidaritas Aliansi Ormas Kabupaten Merauke. Pray For Surabaya. #NKRI Berduka. Itulah spanduk yang dibentangkan dalam aksi turun jalan oleh kurang lebih 1000 orang.

Pantauan Metro Merauke Senin (14/5), aksi turun jalan itu, dilakukan mulai di Lapangan Mandala, lalu berjalan kaki menuju ke Lingkaran Brawijaya. Aparat kepolisian dari Polres Merauke melakukan pengawalan secara ketat.

Selama perjalanan, orasi tak henti-hentinya digaungkan mengutuk aksi terorisme yang melakukan peledakan tiga gereja di Surabaya, hingga mengakibatkan  sejumlah orang meninggal dunia.

Selain diikuti masyarakat, juga beberapa kelompok ormas maupun oranisasi lain seperti Vox Point Indonesia DPW Merauke, GMKI, PMKRI, BEM Unmus, HMI, Icakap Merauke, Kammi, GP Ansor, Pemuda Katolik serta PMII.

Aksi turun jalan yang dilakukan Aliansi Ormas Kabupaten Merauke | LKF

Setelah sampai di Libra, dilanjutkan orasi dari sejumlah OKP maupun ormas. Setelah itu pembacaan pernyataan sikap oleh Koordinator Aksi Solidaritas Ormas Merauke, Yoseph Gebze.

Sejumlah point penting dibacakan  yakni mengutuk dengan keras segala tindakan radikal dalam bentuk terorisme di wilayah NKRI. Berikut, menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya terhadap korban tindak terorisme dan mendoakan arwah mereka, juga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Selain itu, lanjut Yoseph, mendesak Presiden Jokowi serta Polri, mengusut tuntas pelaku teroris serta jaringannya  serta menumpas radikalisme di Indonesia.

“Kami juga mengajak semua komponen masyarakat   membangun solidaritas bersama melawan terorisme dan paham radikal,” katanya.

Point lainnya adalah menghimbau setiap komponen bangsa agar  tak menyebarkan foto gambar kekerasan  yang  menimbulakan kecemasan bagi masyarakat.

Juga, katanya, pentingnya membuat gerakan bersama di bawah koordinasi cipayung dan ormas maupun  perkumpulan lain dalam menolak tindakan radikalisme.

Usai pembacaan pernyataan sikap, dilakukan pembakaran lilin sekaligus doa bersama yang diwakili Pastor Miler Senduk, MSC (Agama Katolik), Pdt. Modiara Kusmani (Agama Protestan) serta Muhar Zein dari Agama Islam (Ketua GP Ansor Merauke).

Pembakaran lilin dan doa bersama di Lingkaran Brawijaya (Libra) | LKF

Pembakaram lilin sekaligus doa bersama itu, tidak lain mengenang para arwah yang telah meninggal akibat kebrutalan kelompok teroris yang ‘mencabut’ nyawa manusia kemarin pagi di Surabaya saat sedang berlangsung misa. (LKF)

Advertisement