Bom Bunuh Diri Surabaya, 7 Sikap LBH se-Indonesia

Bom Bunuh Diri Surabaya, 7 Sikap LBH se-Indonesia

Dukungan untuk warga Surabaya atas bom bunuh diri di Surabaya | Foto: Persebaya Surabaya 1927

Metro Merauke – Lembaga bantuan hukum (LBH) se-Indonesia ikut mengeluarkan tujuh sikap terkait bom bunuh diri di Surabaya yang menyasar tiga gereja, Minggu (13/5).

LBH itu dari Aceh hingga Papua. Mereka mengutuk aksi keji yang membuat warga tidak berdosa meninggal.

“Kami mengecam keras aksi teror bom yang terjadi di Surabaya,” kata Abdul Wachid H dari LBH Surabaya.

Berikut pernyataan sikap LBH se-Indonesia:
1. LBH se-Indonesia mengecam keras aksi bom di Jawa Timur.

2. Berdukacita mendalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa tersebut dan menuntut pemerintah memberikan pemulihan yang efektif kepada para korban dan keluarganya.

3. Aksi bom ini merupakan ancaman serius terhadap penegakan HAM, negara hukum, dan demokrasi.

4. Menuntut pemerintah untuk mengungkap jaringan dan otak di balik peristiwa bom dengan tetap menghormati HAM dan proses hukum yang adil agar tidak memicu martir-martir terorisme baru.

5. Meminta pemerintah daerah dan kepolisian setempat lebih proaktif untuk memulihkan dan menjaga suasana, serta memberikan jaminan perlindungan kemerdekaan agama dan keyakinan di wilayahnya masing-masing ;

6. Mengevaluasi kebijakan antiterorisme yang terbukti tidak efektif dalam pencegahan dan penanggulangan aksi kejahatan tetorisme, termasuk meninjau ulang Rancangan Revisi UU Terorisme.

7. Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan mempererat ikatan antarkelompok, agama, ras, suku, agar tidak mudah dipecah belah. (esy/jpnn)

Sumber: JPNN

Advertisement