Jalan Merauke-Boven Digul Diduga Dijadikan “Ladang” Uang

Jalan Merauke-Boven Digul Diduga Dijadikan “Ladang” Uang

Kondisi ruas jalan Merauke-Boven Digul. Foto ini diambil Maret 2017

Metro Merauke – Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, komisi bidang infrastruktur, Stefanus Kaisiepo menduga pengerjaan ruas jalan trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digul dijadikan “ladang” mencari uang (keuntungan) oknum atau pihak tertentu.

Ia mengatakan, kesannya setiap tahun proyek pengerjaan ruas jalan itu hanya menghamburkan anggaran. “Bisa disinyalir pekerjaan itu untuk mencari uang saja. Menghambur-hamburkan anggaran,” kata Stefanus Kaisiepo belum lama ini.

Ia mengingatkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Papua serius mengerjakan proyek ruas jalan yang mengubungkan kabupaten di selatan Papua itu.

Apalagi, Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono ketika meninjau jalan tersebut beberapa waktu lalu, marah melihat kondisi ruas jalan yang pengerjaannya tak maksimal.

“Padahal sudah ada jurnal kajian yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai pembangunan jalan itu. Kenapa hasil kajian itu tidak digunakan untuk membuat struktur jalan lebih kuat,“ ujarnya.

Katanya, struktur tanah yang dilalui ruas jalan Merauke – Boven Digul berawa dan banyak jalur air. Ini menjadi catatan teknis yang harus diperhatikan. Tak ada gunanya terus mempertebal lapisan atas jalan, tapi struktur di bawah jalan sepanjang 70 kilometer itu tidak diperbaiki.

“Secara teknis harus dibuat dan dirancang dapat menahan air, sehingga tidak anjlok. Harus ada teknologi khusus,” ucapnya.

BBPJN lanjut dia, perlu membuat perencanaan matang dalam pengerjaan ruas jalan Merauke – Boven Digoel. Perencanaan dari titik 0 kilometer-70 kilometer tak dapat disamakan.

“Misalnya dari titik 0 kilometer sampai 2 kilometer, tiba-tiba ada spot air, harus dibuat khusus kemudian dilanjutkan lagi,” katanya. (Arjuna/Redaksi)

Advertisement