Pemkab Asmat Bangun Ratusan Rumah Rakyat tiap Tahun

Pemkab Asmat Bangun Ratusan Rumah Rakyat tiap Tahun

Bupati Asmat Elisa Kambu | Humas Pemkab Asmat/Eman

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua, membangun 200 hingga 300 unit rumah setiap tahun, sesuai program yang dicanangkan Bupati Asmat Elisa Kambu dan wakilnya Thomas Eppe Safanpo.

Pemerintah Kabupaten Asmat memprogramkan pembangunan rumah masyarakat di 224 kampung (desa) dan 23 distrik (kecamatan) di kabupaten itu.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 atau selama lima tahun, Pemkab Asmat menargetkan pembangunan rumah bagi masyarakat Asmat sebanyak 1.500 unit.

Bupati Asmat Elisa Kambu, di Asmat, Senin, mengatakan tiap tahun pemerintah setempat membangun 200 hingga 300 unit rumah bagi masyarakat asli Papua di Kabupaten Asmat.

Pemerintah daerah fokus membangun infrastruktur pemukiman, sebab masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kita setiap tahun bangun rumah masyarakat, berkisar 200 hingga 300 unit. Itu dilakukan tiap tahun,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah setempat telah membangun kurang lebih 1.000 unit rumah masyarakat selama periode 2016-2017.

Pada 2016, pemerintah telah membangun 511 unit dan tahun 2017 dikerjakan sebanyak 432 unit.

“Kementerian PUPR juga akan bangun 150 unit pada tahun ini. Selain itu mereka programkan bedah 1000 rumah di Asmat. Bedah rumah itu anggarannya Rp60 juta per rumah,” katanya.

Elisa Kambu berharap agar Kementerian PUPR memberdayakan masyarakat lokal dalam program bedah rumah, seperti merekrut tenaga buruh.

“Mungkin tenaganya pakai masyarakat lokal, sementara untuk bahan bangunan bisa didatangkan dari luar. Kita harap masyarakat bisa dimanfaatkan,” kata dia.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Asmat Ewang Massau mengatakan pihaknya telah membangun 518 unit rumah sepanjang 2016-2017.

“Kalau digabung dengan yang dibangun instansi lain, totalnya sekitar 1.000 unit. Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Sosial juga memprogramkan pembangunan rumah. Ada pula yang diprogramkan oleh kementerian,” kata Paewang.

Ia menambahkan, pada 2016 telah dibangun 310 unit dan 208 unit dikerjakan pada 2017. Anggaran proyek perumahan tersebut bersumber dari DAK, DAU dan Otsus. “Ukuran rumah bantuan 4×5 meter dengan konstruksi papan. Rata-rata setiap distrik mendapat jatah 10-15 unit,” kata dia. (Eman)

Sumber: Antara

Advertisement